SuaraBanyuurip.com – Eky Nur Hadi
Bojonegoro – Ratusan hektar tanaman padi siap panen di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur roboh akibat diterjang angin. Para petani pun terpaksa memanen lebih dini padinya. Â
Informasi yang diperoleh, robohnya tanaman padi di wilayah itu disebabkan hujan disertai angin kencang yang menerjang desa di bantaran Sungai Bengawan Solo, Minggu (10/2//2013) malam sekira pukul 22.00 wib.
Salah satu petani Desa Temu, Junaidi (45), mengaku, baru mengetahui tanaman padinya roboh pada pagi hari. â€Hujannya tak begitu deras, tapi anginnya sangat kencang,†katanya kepada suarabanyuurip.com diareal persawahan, Senin (11/2/2013).
Akibat terjangan ini lahan milik Junaidi seluas hampir tiga hektar yang ditanami padi sebagian besar roboh diterjang angin. “Padahal empat sampai lima hari ini sudah mulai dipanen,” keluhnya dengan mimik sedih.
Selain padi itu roboh, lanjut dia, sawahnya juga dipenuhi air akibat hujan deras yang mengguyur beberapa terakhir ini. â€Kalau tidak segera kita ambil, padinya ya busuk,”tambahnya sembari lesu.
Junaidi hanya bisa berharap air di areal sawah milik segera surut agar padi yang belum begitu tua tidak rusak terendam air. Dia mengaku belum bisa menaksir berapa jumlah kerugian yang dideritanya akibat musibah tersebut.
“Belum tahu, mas. Yang jelas musibah ini sangat merugikan saya dan petani lainnya,” pungkasnya.
Kepala Desa (Kades) Temu, Imam Purnomo, membenarkan robohnya tanaman padi diwilayahnya akibat diterjangan angin kencang. Dia menaksir, luas tanaman padi yang roboh mencapai sekira dua ratus hektar.
â€Yang terpenting masyarakat harus hati-hati. Soal padi roboh biarkan, tidak terlalu bahaya,” sambung Imam Purnomo.
Ia berdalih, robohnya tanaman padi itu bukan musibah besar. Menurutnya, yang lebih bahaya ketika angin kencang lalu memporak-porandakan rumah warga.(had)