SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Sebanyak 223 pemuda dari Kecamatan Gayam, Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Kalitidu, ring 1 sumur migas Banyuurip, Blok Cepu, mengikuti seleksi pelatihan sacffolding, rigger, dan Welder di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (12/2/2013).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Iskandar, mengatakan, seleksi ini dilakukan untuk pemilihan peserta pelatihan dan sertifikasi yang akan dilaksanakan pada Maret 2013 mendatang. Rencana pelatihan yang diberikan itu sebagai wujud program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari Mobil Cepu Limited, operator Blok Cepu.
“Dari MCL hanya menyiapkan tiap-tiap pelatihan 25 orang. Sehingga dari tiga bidang itu totalnya 75 orang. Sedangkan yang mendaftarkan berjumlah rautsan sehingga kami harus melakukan seleksi kepada calon peserta latih,†kata Iskandar usai memberikan sambutan dihadapan peserta.
Dirinya meminta kepada para peserta optimis dan percaya diri dalam mengerjakan soal yang akan diberikan. Karena tes yang dilaksanakan ini adalah salah satu kesempatan emas bagi pemuda lokal dari Ring 1 Blok Cepu untuk memperoleh modal pekerjaan.
“Sebagian besar mereka sudah mengetahui jenis pekerjaan tersebut, bahkan ada yang berpengalaman. Akan tetapi, tidak ada satupun yang memiliki sertifikat untuk keahlian yang mereka miliki,†ungkap mantan Kepala Kantor Satpol PP Bojonegoro ini.
Iskandar menegaskan, jika pada tahun 2013 ini semua Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) di wilayah Bojonegoro harus menyalurkan program CSR dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi sehingga langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Tidak hanya MCL saja, ya Pertamina EP, JOB P-PEJ beserta semua kontraktornya. Kami dari Disnakertransos akan berusaha untuk itu demi masa depan putra daerah,†tandas mantan Kepala Kantor Catatan Cipil dan Kependukukan Bojonegoro ini.
Dikonfirmasi terpisah, salah satu peserta, Adrian Ferdinansyah (25), asal Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, mengaku, sedikit kecewa karena ternyata tidak mudah mengikuti pelatihan dan sertifikasi tersebut. Melihat kuota yang disediakan jumlahnya sedikit dibanding peminat yang mencapai ratusan.
“ Saya kira bisa langsung mendapatkan pelatihan welder, tapi ternyata saingannya banyak sekali. Saya belum tahu bisa lolos atau tidak, karena pengalaman yang saya dapat hanya melihat welder di lapangan saat dulu menjadi satpam dilokasi proyek,†sambung pria lajang yang mengaku pernah tertipu perusahaan jasa security ini.
Adrian berharap, pada tes seleksi hari ini bisa lolos dan mengikuti pelatihan welder sekaligus mendapatkan sertifitnya sebagai modal bekerja di dalam proyek.
â€Andaikan tidak diterima di proyek migas, barangkali sertipikatnya nanti berguna untuk proyek lainnya yang terpenting digunakan sebagai modal bekerja,†pungkas dia. (rien)