SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, telah menyalurkan program Corporate Sosial Responsibilty (CSR) kepada masyarakat sekitar lapangan migas Alas Tuwo Timur (ATE), Blok Cepu, di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bantuan yang diberikan tersebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberdayakan masyarakat diwilayah pemboran.
Ada tiga bidang yang menjadi prioritas MCL dalam memberdayakan masyarakat diwilayah kerjanya. Yakni dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Untuk bidang pendidikan bantuan yang diberikan diantaranya perlengkapan sekolah, pembangunan SDN Ngunut 1 dan 2, renovasi MI Nurul Hidayah, dan program perpustakaan desa.
Sedangkan bidang kesehatan yang sudah dilaksanakan adalah melakukan fogging, mengadakan pelatihan bidan dan kader kesehatan, pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan gratis dan poli klinik keliling.
Sementara dibidang ekonomi MCL juga memberikan pelatihan kepada warga sekitar seperti pelatihan tekhnik buidaya dan pemasaran padi organic, pelatihan manajemen usaha, tekhnik batik cap dan tekhnik sablon kaos, pelatihan aplikatif, pelatihan pembuatan rencana bisnis dan program pengembangan budidaya kambing.
Semua kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan itu menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dalam pendampingannya.
â€Kami juga selalu koordinasikan hal tersebut dengan dinas terkait. Karena semua program pemberdayaan yang kita laksanakan senantiasa diselaraskan dengan program pemerintah daerah,†kata Public Affairs and Government Manager Manager MCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (13/2/2013).
Bahkan, untuk mendukung kelancaran transportasi dan mendukung kegiatan ekonomi warga Desa Ngunut dan sekitarnya, MCL juga melakukan pembangunan infastruktur jalan. Diantaranya pembangunan jalan dengan pemasangan paving (pavingisasi), perbaikan jalan rusak dan jembatan Desa Ngunut.
“Semua itu kita lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan akses yang lebih baik dari sisi kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi. Karena itu kami akan terus memantau untuk kesinambungan melaksanakan program berdasarkan survey kebutuhan masyarakat,†papar mantan jurnalis salah satu media nasional ini.
Selain itu program yang dilaksanakan juga telah mendapat persetujuan dari satuan kerja khusus pelaksana kehiatan usaha hulu minyak dan gas bumi ( SKK Migas).
Disinggung mengenai kegiatan di sumur migas Alas Tuwo Timur, Rexy menegaskan, dari awal melakukan kegiatan MCL telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Selain itu juga transparan dalam perekrutan tenaga kerja maupun usaha.
“Yang terjadi sekarang ini antara kebutuhan dan peminat kerja tidak seimbang. Artinya yang ingin bekerja lebih banyak daripada peluang kerja yang ada. Sehingga perlu dibicarakan bersama-sama,†ungkap Rexy.
Dia memastikan, pemboran yang dilaksanakan selama ini kecil kemungkinan terjadi kebocoran H2S. Meski demikian, dampak itu tetap menjadi perhatian khusus MCL. Karena, keselamatan kerja, masyarakat dan lingkungan adalah hal utama.
“Untuk mengantisipasi itu (dampak H2S) kita telah siapkan alat khusus yang diberikan kepada Sweeper dan di sekitar Rig. Sehingga ketika H2S itu muncul baru 10 ppm saja sirine akan berbunyi,†pungkas warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander ini. (rien)