SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Proyek engineering, procurement and construction (EPC) 2 Banyuurip, Blok Cepu yang dikerjakan Konsorsium PT Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT) – Kelsri untuk sementara diistirahatkan karena seringnya turun hujan.
Humas PT IKPT, Sunarto, mengatakan, saat ini proyek pipanisasi di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur baru dikerjakan di dua Desa yaitu Desa Mojodelik dan Desa Gayam, Kecamatan Gayam. Sedangkan yang lain belum ada pemasangan pipa karena tanah yang digunakan untuk menanam tergenang air. Selain itu juga untuk menjaga keselamatan pekerja.
“Di dua desa ini saja kita tunggu sampai tanahnya mengering, baru dilanjutkan untuk pengerjaannya,†ujar Sunarto kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (15/2/2013).
Meskipun begitu, untuk pengerjaan land clearing atau pemerataan tanah disepanjang jalur proyek pipanisasi darat 20 inci sepanjang 72 kilo meter yang berfungsi mengalirkan minyak mentah lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jatim, itu sudah terselesaikan seluruhnya.
“Saat ini sambil menunggu cuaca membaik atau tidak turun hujan, yang lain mengerjakan pengelasan,†jawabnya singkat.
Sunarto menjelaskan, kendala yang terjadi di proyek EPC 2 bukan menjadi alasan untuk tidak menyelesaikan target yang sudah ditentukan. Apabila cuaca sudah mendukung, pihaknya akan segera menyelesaikan penanaman pipa sepanjang 72 Km.
Disinggung mengenai jumlah tenaga kerja yang dilibatkan, Sunarto enggan menjawab dengan gamblang. Dia hanya mengatakan, sebagian dari lokal dan sebagian dari luar Bojonegoro yang disesuaikan kebutuhan, terutama Welder (tukang las).
“Ya pokoknya kita sudah libatkan lokal. Untuk program CSR (Corporate Sosial Responsibility) kita telah menyediakan dana sebesar Rp 10 Juta di tahun 2013 ini,†tegas Sunarto. (rien)