SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Proses Tukar Guling Tanah Kas Desa (TKD) seluas 13,2 hektar (ha) termasuk lapangan sepak bola Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga kini belum ada kepastian penyelesaiannya oleh operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL). Padahal sebelumnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta agar persoalan lahan di Blok Cepu dituntaskan akhir Januari 2013.
Kepala Desa Gayam, Pujiono, mengatakan, masih menunggu keputusan dari MCL karena pemerintah desa telah mengusulkan lahan pengganti untuk lapangan sepak bola yang terkena proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip, beberapa waktu lalu. Akan tetapi bagaimana kelanjutannya belum ada pemberitahuan lagi dari MCL.
“Kalau MCL belum ada kabar apa-apa otomatis kita menunggu. Dimana lahan penggantinya atau berapa harga yang diberikan, semua itu kewenangan mereka, saya tidak berhak menjawab,” tegas Pujiono saat ditemui di rumahnya, Jum’at (15/02/2013).
Menurut dia, meskipun saat ini sedang musim hujan dan para pemuda belum memanfaatkan sepenuhnya lapangan tersebut untuk kegiatan olah raga, Â namun saat musim kemarau nanti lapangan tersebut dibutuhkan pemuda. Karena itu, jika persoalan ini masih mengambang, bukan tidak mungkin para pemuda akan melakukan protes.
“Kalau sekarang suasana kondusif karena masih musim hujan. Kalau tidak (musim hujan) ya pasti digunakan beraktifitas. Semoga, cepat diselesaikan dan mendapat lahan pengganti agar proyek tidak terkendala lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Public and Goverment Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, sejak minggu lalu tim tanah MCL telah melakukan pertemuan lanjutan dengan SKK Migas untuk penentuan harga tanah TKD.
“Sementara itu secara paralel juga dilakukan pertemuan antara MCL dan BUMD Bojonegoro sebagai fasilitator,” sergahnya.
Dia menegaskan, proses TKD Gayam sedang dalam proses dan menjadi prioritas utama dimana MCL juga banyak dibantu oleh Pemkab Bojonegoro.
Dikonfirmasi terpisah, Komisi VII DPR RI, Satya Wira Yudha, meminta tukar guling lapangan sepak bola itu segera diselesaikan agar tidak menghambat rencana peningkatan produksi minyak Blok Cepu yang dilakukan MCL.
“Kami minta project EPC ini yang diharapkan pertengahan tahun 2014 dapat terealisasi sesuai target,” tegas Politisi Partai Golkar ini.(rien)