SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tidak maksimalnya saluran air yang dibangun Konsorsium PT. Rekaya Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK) dinilai menjadi pangkal masalah banjir di sekitar proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 5 Banyuurip, Blok Cepu. Akibatnya setiap kali hujan lebat sawah warga maupun jalan disekitarnya terendam banjir.
Pantauan dari sekitar akses road, salah satu drainase (saluran air) yang dianggap kurang maksimal oleh warga berada di sungai pembatas antara Desa Bonorejo dengan Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dilokasi ini hanya dipasang dua Box Clufert (gorong-gorong) kecil dengan diameter sekira 60 centi meter. Akibatnya air dari wilayah hulu tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga meluber ke persawahan dan jalan warga.
Warga Dukuh Puduk (Sukorejo), Desa Bonorejo, Jody, mengatakan, permasalah saluran air telah menjadi problem kelasik bagi warga sekitar proyek Blok Cepu. Karena, hingga saat ini subkontraktor maupun kontraktor yang mengerjakan proyek Banyuurip belum menemukan titik temu dalam mengatasi kelancaran saluran air yang setiap kali dikeluhkan warga.
“Saluran di EPC-1 saja belum nemukan solusinya, sekarang ditambah lagi saluran air sekitar EPC-5 yang terkesan dibuat asal-asalan,†kata Jodi kepada suarabanyuurip.com, Senin (18/2/2013).
Dia menilai, belum adanya penyelesaian masalah banjir disekitar proyek Banyuurip ini dikarenakan subkon maupun kontraktor yang menangani proyek EPC- 1 dan 5 kurang berkoordinasi dengan warga dan desa sekitar.
“Saya kira subkon dan kontraktor akan kesulitan dalam menyelesaikan masalah kelancaran saluran air jika tidak mau melibatkan Desa dan warga sekitar. Sebab, Desa dan warga lah yang sebenarnya lebih tahu terkait saluran air sekitar proyek, bukan orang pendatang,” ujar Jody merangkan.
Dikonfirmasi terpisah, humas PT Rekind, Herman Susatyo melalui pesan pendek Minggu (17/2/2013), terkait kurang maksimalnya drainase dan pemasangan dua Box Clufert (gorong-gorong) disungai pembatas antara wilayah desa Bonorejo-Ngraho belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.(sam)