SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Dari tiga kecamatan yang rawan banjir di kabupaten Lamongan, Jawa Timur hanya Maduran yang saat ini masih aman dari terjangan banjir luapan air sungai Bengawan Solo. Meski begitu Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kecamatan Maduran tetap waspada 24 jam mengantisipasi datangnya banjir susulan.
Tiga kecamatan di Lamongan yang menjadi langganan banjir setiap tahun yaitu Kecamatan Laren, Babat, dan Kecamatan Maduran. Wilayah tersebut rawan banjir karena berada di bantaran Bengawan Solo. Saat banjir bulan lalu hampir semua desa di tiga kecamatan tersebut tersapu banjir.
Ketika banjir susulan kembali datang sejak, Minggu (16/2/2013) lalu Babat, dan Laren kembali terendam. Di dua kecamatan tersebut ratusan hektar sawah terendam, dan ratusan rumah warga tergenang. Namun di Maduran untuk sementara masih aman dari banjir.
Dari pantauan SuaraBanyuurip.com empat desa, masing-masing desa Klagen Srampat, Brumbun, Siwuran, dan Desa Gedangan yang sebelumnya kebanjiran, saat ini masih dalam kondisi aman. Hanya lahan sawah yang masih terlihat dipenuhi genangan air sisa dari banjir bulan lalu.
Wilayah Maduran dikenal sebagai langganan banjir karena dari 17 desa yang ada, 13 desa diantaranya berada di dekat bantaran sungai Bengawan Solo. Ke 13 desa tersebut yaitu desa Duri Wetan, Taji, Brumbun, Siwuran, Sragen Srampat, Pangean, Maduran, Jangkung Kusumo, Parengan, Pangkatrejo, Pringgoboyo, Gedangan, dan Desa Brumbun.
Empat desa lainnya tanggulnya berada dalam titik rawan longsor yaitu desa Klagen Srampat, Pangean, Parengan, dan Desa Gedangan. Desa-desa ini tidak hanya harus mewaspadai terjangan banjir namun juga tanah longsor.
Walau masih aman dari banjir, Satlak PB Kecamatan Maduran tetap siaga 24 jam untuk mengantisipasi datangnya banjir susulan. “ Petugas Satlak yang sebagian besar anggota Satpol PP Kecamatan Maduran, siaga 24 jam penuh mas, “ ujar anggota Satlak PB Maduran, Mahmud, Selasa (19/2/2013).
Sayangnya Camat Maduran, Kasmoli, saat hendak dikonfirmasi tentang kondisi di wilayahnya merasa ogah menerima kedatangan SuaraBanyuurip.com. Anehnya, dirinya malah menyarankan agar langsung mencari data ke Humas Pemkab Lamongan.
“Tidak usah ke saya, sebaiknya langsung ke Humas Lamongan saja, karena wartawan yang ngurusi Humas, “ ujar Kasmoli yang berdiri di samping pintu ruang kerjanya.
Padahal Kabag Humas dan Infokom Lamongan, Mohammad Zamroni, selalu mempersilahkan wartawan di Lamongan untuk datang ke pejabat terkait langsung baik di lingkungan kantor Pemkab Lamongan, maupun pejabat di tingkat kecamatan. Ini agar wartawan memperoleh data yang lebih lengkap, dan valid sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penulisan berita. (tok)
Â