SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
 Blora – Harga Hewan Kurban di Pasar Pon Blora, Jawa Tengah, perlahan mulai merangkak naik. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap hewan kurban untuk disembelih serta jaminan kesehatan dari dinas terkait.
Supardi (43), seorang pedagang hewan di Pasar Pon Blora, mengatakan, jaminan keamanan kesehatan hewan kurban yang dilakukan oleh Dintanbunnakikan Blora mengiringi kenaikan harga hewan kurban pada Idul Adha 1437 Hijriyah.
“Pasti naik, kami tawarkan mulai naik dari pekan sebelumnya, sebab selain mendekati Hari Raya Idul Adha, juga ada jaminan keamanan kesehatan pada hewan yang akan disembelih untuk kurban,” katanya.
Kenaikan harga tersebut, kata dia, merupakan hal yang biasa menjelang Hari Raya Idhul Adha, yaitu harga untuk kambing lokal yang sudah tanggal giginya (poel) ukuran sedang dijual dari harga Rp 1 juta menjadi Rp 1,5 juta.
“Jika menghendaki harga kambing kurban yang lebih besar seperti PE, ditawarkan dengan harga bervariasi, di antaranya untuk kambing besar seperti peranakan etawa yang sudah memenuhi syarat sebagai hewa kurban, dijual dengan harga lebih dari Rp2 juta hingga Rp 4 juta per ekor,” katanya.
Harga sapi kurban hingga saat ini, antara Rp 8 juta hingga Rp 20 juta dan diperkirakan akan terus naik mendekati Hari Raya Idul Adha.
“Ada yang kami jual per kilogram, tergantung bobot hewan kurban,†jelasnya.
Sementara, Kepala Pasar Pon Blora, Setiarta, menyatakan, jika penjualan hewan kurban di pasar tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika hari biasa hanya 400 ekor, namun sejak tiga pekan terakhir penjulan mencapai 800 ekor.
Menjelang Hari Raya Kurban seperti tahun sebelumnya selalu meningkat. Berdasarkan pemantauan dan retribusi masuk, kurang lebih 800 ekor sapi. Itu belum termasuk hewan kambing,†kata Setiarta.
Seiring dengan banyaknya kebutuhan hewan Kurban, harga yang ditawarkan pun juga mengalami kenaikan. (ams)