SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Pemasangan pipa 10 inci sepanjang 500 meter dari Pad B ke Pad A ,Sumur Sukowati, Blok Tuban di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai protes. Kedalaman penanaman pipa dinilai masih kurang dan dikahawatirkan menimbulkan dampak panas disekitar lingkungan yang bisa menyebabkan tanaman penghijauan mati.
Tokoh Masyarakat Desa Ngampel, Pamudji, mengatakan, sebelum penanaman pipa dilakukan warga telah meminta operator sumur migas Sukowati, Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB P-PEJ) agar pipa ditanam dua meter, bukan sedalam 1,6 meter. Sehingga tidak memberikan berdampak negatif terhadap lingkungan.
“Kalau begini terus, udara disekitar penanaman pipa akan terasa panas dan tanaman penghijauan mati. Ini akan menambah buruk lingkungan,” tegasnya.
Pamudji mengungkapkan, jika keinginan warga tidak ditanggapi maka tidak mungkin akan melakukan aksi protes dengan menanami pohon pisang disepanjang lokasi pipa tersebut.
“Kami ingin diperhatikan, jangan mementingkan diri sendiri,” tandas dia.
Terpisah, Field Administrasi Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, menampik jika penanaman pipa kurang dalam. Justru yang sekarang dikerjakan sangat aman.
“Karena aturannya hanya 1,5 Meter dan kita sudah tanam 1,6 meter ditambah nanti jalan akan di naikan +- 20 cm lagi jadi sangat aman,” imbuhnya. (rien)