SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited ( EMCL ) bekerja sama dengan Yayasan Bina Swadaya melakukan Program Peningkatan Penghidupan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Mandiri dan Berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur.
Program tersebut disebut juga PMM atau program Pemulihan Matapencaharian Masyarakat sebagai kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar operasi EMCL.
Program dibuka secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, yang diwakili oleh Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Setyo Yuliono di Pendopo Malowopati, Selasa (5/9/2017).
Dalam sambutannya, Yuliono menyampaikan rasa terimakasih karena EMCL dan Bina Swadaya sudah bersusah payah memberdayakan warga Bojonegoro.
“Apalagi, penerimaan dana bagi hasil migas menurun dan mempengaruhi APBD,” tukasnya.
Pihaknya berharap program ini tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi ada keberlanjutan. Jangan sampai setelah EMCL meninggalkan Bojonegoro, kondisi masyarakat sekitarnya mati suri. Sehingga, program ini bisa “nyambung” dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir disini.
“Kita ingin masyarakat Bojonegoro mandiri, dan tidak terpengaruh dengan keberadaan migas. Pendapatan migas menurun, jangan sampai kita ikut loyo,” tandasnya.
External Affair Manager EMCL, Dave A Seta, mengatakan, lokakarya ini merupakan peluang pengembangan kewirausahaan sosial melalui koperasi. Serta salah satu program dari EMCL selaku operator Lapangan Banyuurip.
“Progran ini awalnya direncanakan ketika proyek Banyuurip selesai karena banyak yang bergeser dari petani menjadi pekerja proyek. Padahal, tidak bisa sepenuhnya menjadi mata pencaharian,” tandasnya.
Dave mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Bojonegoro yang memberikan dukungan baik dari sisi produksi maupun program. Hal ini terbukti banyaknya undangan dari Pemkab yang hadir untuk memberi dukungan.
Seperti diketahui, program ini untuk peningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan kegiatan ekonomi seperti pertanian, peternakan, perikanan dan home industri yang berbasis pada pengelolaan sumberdaya alam lestari.
Selain itu, juga meningkatan produktivitas pertanian, peternakan, perikanan air tawar, melalui pengenalan metode budidaya atau tangkapan yang inovatif dan berwawasan lingkungan kapasitas SDM dan kelembagaan.
Tujuan selanjutnya adalah, meningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat dan koperasi serta mampu mengelola layanan jasa keuangan mikro secara berkelanjutan.
Juga, mengembangkan sejumlah unit usaha mikro atau kecil yang berhubungan dengan pertanian, peternakan, perikanan dan produk makanan olahan.
Perwakikan Bina Swadaya, Yayum mengungkapkan, sasaran dari program ini adalah masyarakat di 14 desa, 2 kecamatan Kabupaten Bojonegoro dan 6 Desa, 3 Kecamatan di Kabupaten Tuban.
Bina Swadaya berharap dampak dari program ini bisa meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban secara umum.
Selain itu dilakukan juga pendampingan usaha produktif masyarakat dan kelembagaan kelompok swadaya masyarakat serta koperasi. Dididukung dengan sistem pemasaran bagi produk-produk anggota melalui koperasi dalam hal ini koperasi yang telah di bentuk adalah koperasi simpan pinjam dan koperasi produsen agribisnis serta Koperasi Serba Usaha yang didalamnya disertai permodalan bagi operasional koperasi.
Disektor hulu terdapat kelompok swadaya masyarakat sejumlah 22 kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang bertindak sebagai basis produksi usaha koperasi dimana produk yang dihasilkan oleh KSM sebagai pelaku usaha akan di fasilitasi oleh koperasi dalam hal pengadaan sarana produksi, permodalan dan pemasaran.(rien)