Wilayah Babat Mulai Tergenang

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sejumlah wilayah di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dilanda banjir. Selain karena derasnya hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, juga akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo.

Ada lima desa yang diterjang banjir yaitu Kelurahan Babat, Banaran, Desa Bedahan, Truni dan Trepan. Dari lima wilayah itu, Desa Truni yang paling parah dilanda banjir. Hampir semua lahan pertanian di desa yang berbatasan dengan kabupaten Tuban itu terendam air. Bahkan air sudah memasuki perkarang dan mengenangi sebagian rumah warga yang berada di dataran rendah.

Menurut Kasi Eksbang Desa Truni, Giono, luapan air sungai bengawan solo telah masuk Desa Truni sejak Jumat (15/2/2013) lalu. Warga sudah mengantisipasi banjir tersebut dengan mengungsikan barang berharga dan ternak mereka ke rumah warga lain yang tempatnya lebih tinggi.

“Banjir parah sejak minggu sore kemarin, mas. Semua lahan pertanian terendam. Rumah warga yang terendam jumlahnya lebih banyak dari banjir sebelumnya,” kata Giono kepada suarabanyuurip.com, Senin,(18/2/2013).

Baca Juga :   2 Oknum PNS Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS SMPN 6 Bojonegoro

Dia mengungkapkan, meski banjir menenggalamkan hampir keseluruhan lahan pertanian di Desa Truni, namun tidak ada kerugian berarti bagi petani. Sebab sejak banjir pertama bulan lalu, warga sengaja membiarkan sawah tegalanya bero (tidak ditanami) karena mereka yakin banjir susulan akan datang kembali.

“Warga sudah hapal. Biasanya banjir datangnya tidak sekali. Selalu bersusulan. Jadi tidak ada yang menanami sawahnya. Biasanya mereka mulai bercocok tanam mulai bulan Mei –Juni,” ujar perangkat bertubuh kerempeng ini menerangkan.

Giono berharap,  pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk segera mendroping bantuan kepada warga Truni. Sebab sejak banjir Minggu sore kemarin sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali.

“Saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan sembako,” sergah Giono.

Sementara data dari Satlak Penanggulangan Bencana Kecamatan Babat, banjir yang terjadi kali ini telah menenggelamkan lahan pertanian dan pemukiman warga di lima desa. Di Kelurahan Babat terdapat 120 rumah terendam banjir, di Kecamatan Banaran 97 rumah, di Desa Bedahan terdapat 7 rumah  dan 25 hektar lahan pertanian terendam banjir. Didesa Trepan 25 hektar lahan sawah terendam dan di Desa Plaosan sekitar 5 hektar sawah berubah jadi danau.

Baca Juga :   Berantas Narkoba, Lapas Bojonegoro Teken Kerja Sama dengan BNNK Tuban

Sedangkan banjir paling besar terjadi di Desa Truni dengan jumlah rumah tergenang sebanyak 200 kepala keluarga (KK) dan lahan pertanian seluas 115 hektar. Sementara ketinggian air di desa itu mencapai 8,16 meter.

“Kami selalu siaga penuh 24 jam selama banjir ini. Ada 36 personil yang siap siaga diposko,” tegas Koordinator Satlak PB Babat Khasmin dikonfirmasi terpisah.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *