SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko/Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Operator migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Region Jawa Filed Cepu mengaku hasil produksi minyak di TBR-B dan C tak sesuai prediksi awal. Jenis minyak di sumur tersebut beku, tidak bisa cair bagus.
Kepala Layanan Operasi Region Jawa Filed Cepu, M. Aris Widaryanto, membenarkan, jenis minyak mentah yang disedot dari Sumur TBR-B beku. Akibatnya minyak mentah tersebut tidak dapat ditampung secara maksaimal di enam tanki penampungan yang disiapkan dilokasi TBR-A, meskipun tandon itu masaing-masing berkapasitas 450 barel.
“Problemnya bukan di tandon, Mas. Tapi bekunya minyak tersebut. Jadi, segede apa pun tankinya kalau minyak beku yah gak bisa isi maksimal,” jelas Aris Widaryanto melalui pesan pendek, Jum’at (22/2/2013).
Sebelumnya, warga Desa Kalisumber, Winto, mengungkapkan, dilokasi TBR A terdapat sekira enam tanki penampungan minyak yang digunakan menampung minyak hasil penyedotan dari lokasi B dan C melalui pipa tanam disekitar lokasi TBR. Masing-masing tandon berkapasitas sekira 450 barel. Namun, dalam pengisiannya Pertamina EP tidak menysesuaikan dengan kapasitas taknki, melainkan hanya diisi sekira 300 barel.Â
“Kalau diisi sesuai kapasitas dikawatirkan minyak beku dalam tandon itu mencair dan melebihi kapasitas tanki,” kata Winto ditemui disekitar lokasi TBR-A.
Sesuai informasi yang dia terima,  untuk mendapatkan target pengisian minyak di tanki tandon sebesar 300 barel itu membutuhkan waktu sekira satu setengah hari. “Itupun jika tidak ada kendala. Jika ada kendala juga lebih, Mas,” pungkas Winto.(sam/roz)