MSTPM : Insiden Itu Akibat Keteledoran Kontraktor

tenggelam

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang dan Peduli Minyak (LSM MSTPM) Bojonegoro, Jawa Timur mensayangkan insiden tewasnya Khoirul Anam (11) di dalam lokasi proyek migas Blok Cepu. Lembaga yang baru dibentuk sekira dua bulan lalu itu menilai meninggalnya pelajar kelas dua SDN Bonorejo, Kecamatan Gayam, itu karena keteledoran PT. Tripatra Engineers and Constructors, pelaksana proyek engineering, procurement and constructors (EPC) – 1 Banyuurip.

“Insiden ini karena kelengahan Tripatra dalam menjaga keselamatan warga sekitar. Seharusnya pengawasan proyek ini diperketat sehingga anak-anak maupun warga tidak bisa masuk lokasi proyek seenaknya,” tegasKetua LSM MSTPM, Parmo kepada suarabanyuurip.com, Senin (25/2/2013).

Menurut dia, tewasnya Khoirul Anam di lokasi eksplorasi dan eksploitasi migas Blok Cepu itu juga disebabkan kesalahan Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, yang tidak melakukan pengawasan terhadap kontraktornya dalam menerapkan standar safety (keselamatan) dalam melaksanakan proyek. Buktinya, anak-anak dibiarkan bermain dengan bebas didalam lokasi proyek yang memiliki high risk (resiko tinggi)

Baca Juga :   Sidang Korupsi Mobil Siaga Bojonegoro, Kades Wotan Anam Warsito Dibebaskan dari Dakwaan Primer

“Itu menandakan jika MCL seolah-olah tidak peduli dengan dampak maupun keselamatan warga sekitar,” tandas tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, ring 1 Sumur Minyak Banyuurip.

Karena itu, Parmo mendesak, agar pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas. Sebab insiden tersebut karena ada unsure kelalaian yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana proyek.

“Polisi harus segera menyelidiki kasus ini. Ada unsur human error dalam insiden itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Khorul Anam tewas tenggelam di lokasi bekas galian proyek di Well Pad B Banyuurip. Diduga korban saat itu sedang mencari belalang dan kemudian mandi di gubangan air bersama lima rekannya.

Korban sempat memperoleh perawatan di klinik milik Tripatra didalam lokasi proyek. Namun karena kritis korban dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dan meninggal didalam perjalan. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *