Tripatra Peduli Korban Banjir

pos kesehatan tripatra

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro– Kontraktor proyek Engeneering Procuremen and Construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu, konsortium PT Tripatra – Samsung, memberikan bantuan pengobatan gratis peduli banjir di empat desa di bantaran sungai Bangawan Solo, Senin (25/2/2013).

Empat desa tersebut adalah Desa Manukan, Cengungklung, Sudu, dan Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur. Empat desa itu adalah sebagai sasaran utama kegiatan sosial yang dilakukan oleh Tripatra. 

Comunnity Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, melalui  Socioeconomic Super Vicor (SPV) Tripatra, Edi Purwanto, mengatakan, pengobatan gratis kepada warga sekitar bantaran sungai Bengawan Solo dilakukan merupakan kegiatan sosial Tripatra untuk membantu meringankan beban bagi warga yang tertimpa bencana banjir.  

“Yang menjadi sasaran kegiatan sosial ini rencananya dilakukan di empat desa. Dimulai hari ini Senin (25/2/2013) di Desa Manukan, dan besuk di lanjutkan di Cengungklung,” kata Edi Purwanto disela acara pengobatan peduli banjir di rumah Kades Manukan, Suwadi,  Senin (25/2/2013). 

Pengobatan dimulai sejak tadi pagi sekira jam 09.00-15.00 WIB, dan terdapat 50 orang warga Manukan mengikuti pengobatan gratis. Sesuai keluhan warga mayoritas warga mengeluhkan sakit gatal, ngelu, pegal dan sesak nafas.

Baca Juga :   Jalan PUK Gayam Kurang Lebar Pengguna Terganggu

“Semoga kegiatan sosial dari Tripatra ini dapat bermanfaat bagi warga dan setidaknya dapat mengurangi beban warga yang terkena bencana banjir tersebut,” jelasnya.

Dr Stefen Halim yang dipercaya Tripatra untuk memberikan pengobatan warga, mengatakan, sesuai hasil cek kesehatan warga mayoritas sakit ngelu, pegel, gatal-gatal dan mata. Sedangkan, untuk penyakit dalam seperti sesak nafas minim sekali. Hanya sekitar dua, tiga orang yang sakit kembung, lambung tersebut.

“Sakit yang dikeluhkan warga itu hanya karena akibat dari pekerjaan saja, Mas,” ungkap Stefen Halim yang mengaku beraktifitas kerjanya di Jakarta tersebut.

Warga desa Manukan, Kasihan, mengeluhkan, selama kurang lebih enam bulan merasakan sakit sesak nafas, kembung, gatal-gatal.  “Alhamdulillah ada pengobatan gratis dari Tripatra, Mas. Sehingga, saya dapat mengobatkan sakit yang saya derita ini. Semoga, pengobatan ini terus dilakukan agar beban warga bisa terkurangi,” aku Kasihan ditemui setelah berobat. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *