SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – PT. Tripatra Engineers & Constructors, menegaskan, lokasi tenggelamnya Khoirul Anam (8) –bukan berusia 11 tahun seperti yang diberitakan sebelumnya, bocah asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilokasi well pad B Banyuurip, Senin (25/2/2013) sekira pukul 13.30 WIB, merupakan zona tertutup. Selain sudah dipagari keliling, lokasi tersebut merupakan tempat penampungan air untuk menampung air sementara dari lokasi proyek sebelum dialirkan ke drainase secara bertahap sesuai kebutuhan.
“Namun yang jadi masalah beberapa hari terakhir ini memang ada beberapa anak-anak yang masuk kelokasi ini dengan alasan mencarai belalang. Jadi mau gak mau kita seperti kucing-kucingan mengejar untuk membawa mereka keluar lokasi,†ungkap juru bicara PT. Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan.
Budi menegaskan, sejak awal sebelum proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip dimulai, Tripatra sudah mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar maupun pekerja tentang resiko-resiko didalam lokasi proyek. Sehingga tidak sembarang orang boleh masuk lokasi proyek tanpa ada standar safety.
â€Karena itulah kenapa kita melarang keras orang lain masuk lokasi proyek. Bukan karena kita eksklusif, tapi kegiatan ini memiliki resiko tinggi,†tegas dia.
Budi berharap, agar insiden seperti ini tidak terulang lagi. Artinya, masyarakat semakin sadar bila didalam lokasi proyek ada kegiatan yang memiliki resiko tinggi. Sehingga mereka tidak keluar masuk lokasi proyek tanpa prosedural.
â€Kami berharap insiden ini yang terakhir kali dan sebagai pembelajaran kita semua agar lebih sadar tentang pentingnya menjaga keselamatan,†papar pria asli Malang, Jawa Timur ini.
Dia menambahkan, insiden yang terjadi tersebut merupakan musibah. Karena baik Tripatra maupun siapapun tak menginginkan insiden tersebut terjadi.
â€Sebaik apapun perencanaan yang dibuat manusia, namun tidak bisa mengalahkan takdir yang Maha Kuasa,†pungkasnya. (had)