SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Sebanyak 75 pemuda dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ngasem, Gayam, dan Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terpilih untuk mengikuti pelatihan, dan sertifikasi dari operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL).
Mereka merupakan hasil seleksi yang diikuti 225 pemuda dari desa ring 1 lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang dilakukan MCL bersama Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro. Selanjutnya akan diberangkatkan mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Bojonegoro, dan Pusdiklat Migas, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sedangkan pelatihan bersertifikat tersebut masing-masing meliputi; Scaffolding (25 orang), Rigging (25 orang), dan Welder  (25 orang).
Pembukaan acara pelatihan dan sertifikasi ini di Aula BLK Bojonegoro di Desa Ngumpak, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Kamis (28/2/2013), itu dibuka oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabamanusa, Kepala Disnakertransos, Kepala UPTD BLK, BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana, dan Muspika Kecamatan Kalitidu dan Gayam.
Public and Goverment Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, pelatihan dan sertifikasi ini sebagai bentuk komitmen MCL dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro, dengan  bekerjasama UPT Pelatihan Kerja (BLK) Bojonegoro didukung Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro.
“Untuk pelaksanaan Program Pelatihan ini akan berlangsung selama enam hari,  tiga hari di ruang kelas serta praktek lapangan dilakukan di Balai Latihan Kerja Bojonegoro,  dan tiga hari ujian sertifikasi akan dilakukan di Pusdiklat Migas Cepu,†jelas Rexy.
Dukungan terhadap program pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen MCL dalam pemberdayaan masyarakat di segi pendidikan. Agar masyarakat Bojonegoro, khususnya di sekitar proyek Blok Cepu, mampu meningkatkan keterampilan praktis bidang industri migas sehingga mampu bersaing di era globalisasi.
MCL berharap semua lulusan dapat berkarya, dan mengembangkan diri, menguasai ketrampilan kerja khususnya dalam bidang industri migas, dan tentunya dapat meningkatkan kompetensi para siswa di dunia kerja yang akan mereka hadapi di masa mendatang.
â€Tidak hanya di MCL tapi juga di perusahaan dan bidang pekerjaan lain, bahkan sedapat mungkin dapat bekerja di perusahaan kelas dunia yang lain,†kata Rexy.
Sedangkan Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, jika adanya pelatihan dan sertifikasi ini adalah bentuk dorongan Pemkab Bojonegoro kepada MCL, agar mendukung  putra daerah bisa terbang tinggi dan masuk di dunia kerja.
“Berkali-kali saya tekankan, jika dual track pembangunan dan kesejahteraan di Bojonegoro adalah agro industri, dan kedua adalah migas. Nah setiap kesempatan migas ini harus kita kawal seperti yang tadi saya katakan anak-anak harus serius dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ini semua. Sedangkan Pemkab harus mengawal dan MCL tetap terus mensupport mereka,†tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Iskandar, Â mengungkapkan, pihaknya akan terus berusaha memaksimalkan program Corporate Social Responbility (CSR) dari operator, dan kontraktor Blok Cepu untuk diarahkan pada pelatihan dan sertifikasi seperti ini.
“Meskipun tidak semua tapi paling tidak bentuk CSR seperti ini berdampak langsung pada kesejahteraan tenaga kerja lokal,†tandasnya. (rien)