SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kepala SMA Mualimin Tuban, Sofyan Hadi, menyatakan, jika tidak bisa menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) sendiri, makan sekolah harus menyiapkan mental lebih kepada siswa didiknya, Kamis (28/2/2013).
Menurutnya, tidak bisa menyelenggarakan UN, secara praktis kondisi psikologis dari siswa yang akan ikut ujian terganggu. Terlebih dengan keharusan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru saat ujian berlangsung.
“Kondisi psikologis siswa terpengaruh, apalagi harus beradaptasi dengan lingkungan baru tepat saat mengikuti ujian,†ujar Sofyan Hadi saat ditemui di kantornya.
Permasalahan psikologis lain, pada kesiapan mental siswa karena merasa minder. Apalagi saat ujian berlangsung, siswa yang sudah tegang karena akan mengerjakan soal-soal UN. Harus juga mengatasi rasa minder karena berhadapan dengan siswa lain yang biasanya mutu sekolah lebih bagus.
“Bagaimanapun juga, siswa akan nyaman apabila melakukan ujian di lingkungannya sendiri,†tambah Guru berkacamata ini.
Sisi positif yang diakui sekolah apabila menginduk dengan sekolah lain. Pada biaya penyelenggaraan ujian yang lebih sedikit. Di samping juga tidak terlalu repot untuk mempersiapkan teknis ujian. Meski begitu, diakuinya sekolah masih merasa nyaman untuk melakukan UN sendiri. Dengan alasan kepentingan siswa.
“Intinya lebih enak menyelenggarakan sendiri, meski itu harus mengeluarkan tenaga lebih,†tambahnya.
Meski sudah terakreditasi B, SMA Mualimin Tuban tetap tidak bisa menyelenggarakan UN sendiri. Hal itu karena jumlah siswa yang tidak memenuhi kuota 20 sesuai aturan. Sedang kelas 3 Siswa SMA Mualimin Tuban hanya ada 7 siswa di jurusan IPA dan 8 siswa di Jurusan IPS. Atau kalau ditotal hanya ada 15 siswa.
Sementara itu, beberapa sekolah lain saat dikonfirmasi mengenai kendala tidak bisa menyelenggarakan UN sendiri enggan berkomentar. Salah satu sekolah di Jalan Manunggal Tuban beralasan, tidak mempunyai wewenang dalam berkomentar. Karena masih ada yayasan yang menaungi sekolah tersebut. (edp)