SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Pasca persetujuan dari Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM), unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru(TBR)-Cendana masih terus dikaji. Termasuk besaran jumlah cadangan, dan investasi dari segitiga lapangan gas tersebut.
Kepala Lembaga Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro, mengungkapkan investasi proyek unitisasi berdasarkan penghitungan Operating Expenditure (Opec) diperkirakan mencapai US$1 miliar. Sedangkan Capital Expenditure (Capex) mencapai US$3,2 miliar.
“Kalau totalnya sebelumnya sudah pernah saya sebutkan dimedia massa beberapa waktu lalu sekitar US$5 miliar,” kata pengganti Hadi Prasetya itu, Senin (4/3/2013).
Sementara itu, mengenai potensi kandungannya, lanjut dia, berdasarkan rumus penghitungan P1+ P2 ketiga lapangan unitisasi tersebut diperkirakan mencapai 2,3 Gas Triliun Cubic Feet (TCF).
Secara sederhana P1 adalah propen atau cadangan terbukti, sedangkan P2 adalah proable atau cadangan tempat. Dari jumlah tersebut kemudian dilakukan penghitungan lagi yang hasilnya disebut Recocery Faktor, yang mana hasilnya saat ini ditemukan 1,8 Gas TCF.
“Dari jumlah 2,3 kemudian diangkat dan diketahui jumlah cadangan recovery faktor sekitar 1,8 TCF, ibarat air dari sebuah ember yang terangkat masih dalam jumlah itu,” ungkapnya.
Melihat hasil tersebut, berbeda dari kandungan gas lebih besar seperti yang diperkirakan sebelumnya. Jambaran-TBR dikabarkan mampu 200 juta kaki kubik per hari dengan cadangan terbukti 1,1 TCF. (roz)