SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pembagian Eletronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur membuat warga kesal. Masalahnya, mereka harus datang berulangkali ke kantor desa untuk mengambil identitas penduduk model baru tersebut.
Pembagian E-KTP di Lamongan sudah dimulai sejak dua minggu ini. Untuk mempermudah masyarakat dalam pengambilan E-KTP, Pemkab Lamongan mendistribusikan E-KTP langsung ke desa. Pihak pemerintah desa dibantu pegawai kecamatan kemudian mendistribusikannya langsung ke masyarakat.
Di tingkat desa pengambilan E-KTP dilakukan di kantor desa. Warga yang sudah diberikan surat pengambilan kemudian menyerahkan surat tersebut dengan KTP lama. Kemudian warga harus menjalani poses scan sidik jari.
Di Datinawong jadwal pengambilan E-KTP seharusnya pada hari Rabu-Kamis (27-28/2/2013) lalu. Pada hari tersebut ratusan warga dari tiga dusun sejak pagi sudah berdatangan ke kantor desa. Warga desa yang bekerja di kota besar juga menyempatkan untuk pulang demi mengambil tanda identitas tersebut.
Sayangnya, disaat ratusan warga sudah berkumpul tersebut, ternyata alat scan rusak. Staf kecamatan yang bertugas mencoba untuk menperbaiki, namun setelah beberapa lama ternyata alat scan tidak bisa diperbaiki.
Warga yang sudah menunggu menjadi tidak sabar. Namun ternyata saat itu alat scan tidak bisa kembali normal. Saat warga mulai protes karena proses pengambilan E-KTP tidak segera dibagikan, Kades Datinawong, Mundhakir, memutuskan untuk membagikan E-KTP dulu.
“Daripada warga marah dan timbul gejolak, akhirnya E-KTP-nya dibagikan dulu. Soal scan sidik jari akhirnya diundur minggu ini,“ kata Mundhakir ditemui di kantor desa.
Proses scaning sidik jari dilakukan hari Senin-Selasa (4-5/3/2013). Sejak pagi tadi ratusan waga Datinawong sudah berkumpul kekantor desa untuk proses scaning sidik jari. Sebagian warga merasa kesal karena harus datang berulangkali ke kantor desa.
“Saya terpaksa ndak bisa kerja lagi karena harus antri. Minggu kemarin antri ambil E-KTP. Sekarang antri scan sidik jari tangan,“ keluh beberapa warga yang antri di kantor desa. Menurut warga, pemkab terkesan kurang persiapan untuk pembagian E-KTP. (tok)Â