SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Proses konstruksi proyek Engineering, Procurement, Construction (EPC) 3 sumur minyak Banyuurip, Blok Cepou yang berlokasi di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur akan pengaruhi perairan setempat. Pasalnya, di perairan ini akan dilakukan penanaman pipa milik operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL).
“Bagaimanapun proses konstruksi pada EPC 3 akan berpengaruh pada kondisi air disana,†terang Kepala Bidang (Kabid) Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Lingkungan Hidup (BLH), Bambang Irawan, saat ditemui di kantornya, Selasa (5/3/2013).
Kondisi ini, disebabkan penanaman pipa untuk EPC 3 akan dilakukan dengan menggali dasar laut hingga kedalaman dua meter. Tapi penggalian untuk keperluan penanaman itu dilakukan, sebatas pada kedalaman 13 meter saja. Lebih dari kedalaman 13 meter, pipa hanya akan diberi pemberat saja agar bisa berada didasar laut.
“Kalau dilakukan penggalian dasar laut, otomatis kondisi laut yang ada disana akan keruh,†tambahnya menerangkan.
Meski begitu, ungkap dia, tidak ada dampak yang perlu dikhawatirkan apabila aktifitas tersebut dilakukan pasca konstruksi. Karena EPC 3 dan 4 Banyuurip berada jauh dari jangkauan nelayan. Diketahui, jarak antara bibir pantai dengan kapal tangker penampungan minyak tengah laut capai 23 kilometer. Sehingga, dipastikan tidak mempengaruhi lalu lintas nelayan yang ada disana.
“Mungkin permasalahannya pada jaring nelayan yang berpotensi tersangkut di tempat tersebut. Untuk itu kita minta agar ada papan peringatan kepada nelayan bahwa di tempat tersebut ada pipa minyak,†jelasnya.
Diketahui, MCL akan melakukan penanaman pipa di dasar laut yang ada di Kawasan Kecamatan Palang, Tuban, sepanjang 23 kilometer. Di tengah laut juga akan jadi sandaran FSO atau kapal tangker yang berfungsi sebagai tempat penampungan minyak yang dialirkan dari sumur Banyuurip, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngayam, Kabupaten Bojonegoro. (edp)