Warga Kecewa Desanya Tak Jadi Diekplorasi

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Proses seismik yang dilakukan Pertamina Ekspolasi dan Produksi (EP) di 133 desa tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tahun lalu membuahkan hasil akan dilanjutkan dengan eksplorasi di wilayah Kecamatan Sukorame.

Warga di desa yang sebelumnya juga masuk dalam proyek seismik, namun tidak ada kelanjutan eksplorasi mengaku sangat kecewa. Mereka sudah terlanjur memimpikan kemakmuran jika benar akan ada muntahan mineral dari perut bumi desa mereka.

Di Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk, warga sebelumnya sudah terlanjur responsif dengan kedatangan tim Pertamina yang mensurvei seismik lahan mereka. Apalagi, sebelumnya beberapa kali mereka dikumpulkan di kantor desa untuk mendapat penyuluhan dari tim Pertamina EP yang memprediksi adanya kandungan minyak di kedalaman bumi lahan mereka.

Saat lahan mereka dilubangi dan dipasangi kabel selama proses seismik, warga memberikan dukungan penuh. Mereka tak mempersoalkan berapapun ganti rugi yang diberikan Pertamina EP, dengan harapan jika nanti minyak dieksploitasi akan mencecap kesejahteraan, seperti halnya masyarakat di wilayah Bojonegoro.

Baca Juga :   DLH Bojonegoro Ingin Kelola Limbah Tinja Operator Migas

“Saya sangat kecewa Mas, kenapa kok tidak jadi ada pengeboran (eksplorasi) minyak di Desa Bluluk. Padahal gembar-gembornya saat itu akan dilakukan pengeboran minyak, “ kata Hasan, warga Bluluk, Selasa (5/3/2013).

Setidaknya jika benar akan ada eksplorasi, dan eksploitasi minyak mereka akan mendapat bantuan dari pihak Pertamina EP melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Setidaknya akan banyak pemuda di Bluluk yang bisa bekerja di Pertamina EP.

Hardi, warga lainnya, masih memupuk harapan jika nanti eksplorasi Pertamina EP dilakukan di Sukorame juga membawa dampak positif bagi warga di Desa Bluluk. “Sukorame dan Bluluk kan tetangga kecamatan. Mudah-mudahan nanti warga sini banyak yang bisa bekerja di Pertamina yang ada di Sukorame, “ harap jebolan SMK yang masih bekerja serabutan ini.

Kekecewaan juga ditanggung warga di Desa Bulumargi, Kecamatan Babat. Dari 133 desa yang terkena proses seismik Pertamina, Bulumargi yang mengalami dampak paling besar. Saat proses seismik berlangsung terdapat 62 rumah yang retak-retak.

“Pertamina memang telah memberikan ganti rugi. Saat itu kami menerima saja karena harapan besar ke depan Bulumargi akan bena-benar menjadi industri minyak,“ kata Parman.

Baca Juga :   Lifting Minyak Kuartal III 2020 Lampaui Target APBN

Apalagi di kecamatan Babat dari 4 desa yang diseismik, dikabarkan Desa Bulumargi yang dipositifkan memiliki kandungan minyak. Walau Parman tidak pahan seberapa besar kandungan minyak di perut bumi Bulumargi.

“Ya mungkin belum menjadi rejeki kami. Tidak jadi ada pengeboran minyak didesa Bulumargi, “ kata Trimo Hadi Saputro, Kades Bulumargi. 

Trimo merasa bersyukur saat proses seismik, Pertamina EP telah membantu membangun pengeboran air di dua titik. Warganya terbantu karena Bulumargi sulit air bersih saat musim kemarau. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *