SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Keberadaan film Hasduk Berpola yang mengambil lokasi pembuatan film di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat sambutan positif Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara (Jabamunusa). Karena film itu mengambil lokasi daerah yang kaya akan sumber migas.
Perwaklilan SKK Migas, Jabamusa, Prihandono Hernanto, mengaku, sempat menyaksikan tayangan perdana film yang diproduseri Haris Nizam itu. Menurut dia, film yang menampilkan fenomena keindahan dan sosial masyarakat Bojonegoro itu tidak kalah fenomenal dengan film Laskar Pelangi.
“Saya benar-benar kagum dengan Bojonegoro, sebuah kebanggaan jika Film Hasduk Berpola diambil dari daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah ini, saya kira bisa menyaingi Laskar pelangi” ucapnya disela acara peresmian penyerahan program infrastruktur yang dilakukan bersama Mobil Cepu Ltd (MCL), Rabu (6/3/2013) pagi tadi.Â
Dia menilai, film Hasduk Berpola merupakan sarana tepat untuk sekaligus mengenalkan Bojonegoro ke masyarakat luas. Sebab, saat ini Bojonegoro mulai dikenal dengan daerah industrialisasi, khususnya sejalan dengan keberadaan sejumlah potensi migas dibeberapa tempat yang ada di Bojonegoro.
“SKK Migas mewakili pemerintah bertugas mengawasi tiga operator yang ada di Bojonegoro,” kata dia.
Operator yang dimaksud diantaranya MCL, Pertamina Eksploirasi dan Produksi (EP), Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Joint operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
 “Kami akan mengimbau ke operator agar ke depannya nanti ada penambahan program yang bisa memajukan tingkat perekonomian masyarakat Bojonegoro,” tandasnya. (roz)