SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Penampilan 50 grup dalam festival tongklek 2016 masih menjadi primadona dan menarik animo masyarakat Kabupaten Tuban, Jawa Timur di malam bulan Ramadhan. Tercatat ribuan warga dari berbagai usia tumpah ruah memadati rute festival tongklek, mulai Alun-alun hingga Gedung Akademi Bidan (Akbid) di Jalan Diponegoro Tuban.
“Hampir setiap ada festival tongklek saya bersama keluarga menyempatkan melihat,” kata Seorang Warga Kecamatan Tuban, Gatot, kepada Suarabanyuurip.com, ketika di temui di lokasi festival, Jumat, 24 Juni 2016.
Menurutnya tongklek menjadi hiburan khas, dibanding dengan perkembangan alat musik modern lainnya. Melalui alunan merdu kentongan yang dikombinasikan dengan gambang, kempul, bonang, dan drum plastik. Secara dinamis irama nadanya selaras dengan lagu tradisional yang dibawakan setiap grup.
“Anak saya yang paling kecil sangat antusias ketika mendengar musik tongklek,” imbuhnya.
Sementara, penonton lain asal Kecamatan Semanding, Sumartik, memiliki pandangan berbeda soal perkembangan musik tongklek. Menurutnya tongklek awalnya difungsikan untuk membangunkan orang waktu Sahur. Tetapi kini sudah dikembangkan dalam bentuk festival tahunan.
Beberapa alat tradisional yang digunakan sangat sederhana, diantaranya kentongan, dan beberapa alat yang menyatu dengan suara alam. Tetapi kini sudah mulai dikombinasikan dengan alat musik lainnya.
“Salah satu tujuannya untuk menyelaraskan irama tongklek modern,” sambungnya.
Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pemuda Nadhatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tuban, Nur Falahudin, membenarkan salah satu fungsi tongklek memang untuk membangunkan sahur. Memasuki era modernisasi kini tongklek menjadi ajang kreatifitas pemuda Bumi Wali.
“Festival tahun ini kita hanya menyediakan 50 kuota, sebenarnya masih banyak yang ingin mendaftar,” sambung Falahudin.
Sesuai estimasi panitia, penampilan 50 grup tersebut sudah dari cukup. Sebab diprakirakan akan selesai hingga waktu sahur. Beberapa hal yang menghambat berjalannya festival tongklek diantaranya, tumpah ruahnya penonton di rute tongklek.
“Kami percayakan kelancaran jalan kepada satuan kepolisian,” jelasnya.
Pihaknya berharap adanya festival tongklek tahun ini, mampu meningkatkan kreativitas generasi muda. Sehingga ketika ada lomba atau turnamen tongklek Tuban sudah siap.
Diketahui, rute festival tongklek dimulai Alun-alun Tuban, Jalan Veteran, Jalan Basuki Rahmat, memasuki Jalan Diponegoro, dan finish di Gedung Akbid Tuban. (Aim)