SuaraBanyuurip.com –Â Ririn W
Bojonegoro – Setelah melalui perjalanan tiga malam akhirnya PT. Tripatra Engineers & Constructors berhasil mengangkut gas turbine generator (GTG) dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya-bukan Gresik seperti yang diberitakan sebelumnya, masuk lokasi pusat fasilitas pemrosesan (central processing facility /CPF) minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (7/3/2013) sekira pukul 04.25 WIB.
Mobilisasi peralatan pendukung puncak produksi Blok Cepu yang dilakukan Tripatra  cukup memakan waktu. Sebab  dua lobo yang digunakan kontraktor engineering, procurement and construction (EPC)- Banyuurip untuk mengangkut GTG hanya melakukan perjalanan pada malam hari untuk menghindari kemacetan.
“Sengaja kita lakukan malam hari menunggu arus tarnsportasi sepi. Karena itu dari pelabuhan Surabaya kita berhenti tiga kali. Pertama di Lamongan dan ke dua di Baurno, Bojonegoro,” kata Budi Karyawan kepada suarabanyuurip.com, Kamis (7/3/2013).
Meski begitu mobilisasi tetap tersendat. Beberapa kali Tripatra menghentikan sementara perjalanan untuk mengurai kemacetan kerena besarnya alat yang diangkut maupun mobil pengangkut.
Namun dengan sigap petugas Tripatra yang dibantu empat mobil patroli wilayah (Patwal) Polda Jatim berhasil melancarkan arus lalu lintas disepanjang jalan yang dilalui.
Bahkan, kekhawatiran terjadinya kemacetan panjang di Jalan Raya Bojonegoro – Padangan, tepatnya di wilayah Kalitidu akibat pembangunan jalan bisa dihindari. Pengangkutan GTG berjalan sesuai jadwal masuk lokasi CPF Banyuurip.
“Semua berjalan lancar sesuai harapan. Peralatan masuk lokasi sesuai scedul kita,” pungkas Budi.
Seperti diberitakan sebelumnya, peralatan pendukung puncak produksi Blok Cepu itu diangkut melalui kapal dan tiba di pelabuhan Tanjung Perak, Senin (4/3/2013). Setelah itu diangkut melalui jalur darat. Rencananya masih ada belasan peralatan CPF yang akan didatangkan Tripatra. (rien)