SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Selama tiga hari melakukan penyisiran Sungai Bengawan Solo, akhirnya jasad Sukatmi (42) warga RT 03 RW 01, Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berhasil ditemukan Tim SAR, Kamis (07/02/2013) sekira pukul 09.00 wib.
Jasad korban ditemukan Tim SAR berjarak sekira 300 meter dari lokasi korban tenggelam.  Kondisi jasad penderita epilepsy  ketika di temukan tim SAR sudah melepuk dan mengeluarkan bau menyengat karena tiga hari didalam air.
Setelah berhasil diangkat dari Sungai Bengawan Solo, Jasad korban kemudian langsung dibawa ke kamar Jenazah RSUD Bojonegoro untuk divisum. Sejumlah anggota keluarga memastikan bahwa jasad yang ditemukan itu merupakan Sukatmi yang tenggelam selama tiga hari lalu. Hal itu dikuatkan dengan tanda bekas luka bakar dilengan tangan kanan dan paha sebelah kanan korban.
“Ini memang jasad Bu Dhe (Sukatmi, red) karena ada tanda bekas luka bakar tangan kanan dan paha sebelah kanan,” ujar Markom, Paman korban di RSUD Sosodoro Djatikoesomoe.
Selanjutnya, jasad korban disucikan di kamar Jenazah, dan dimakamkan di pemakaman umum desa Sranak.
Sebelumnya diketahui, korban sedang mencari ranting pohon bambu disekitar Sungai Bengawan Solo, Selasa (05/03). Karena sudah lama tidak kembali akhirnya keluarga curiga dan mencari disekitar rumah dan ditemukan sepasang sandal warna hijau diduga milik korban di tepi Bengawan Solo.(had)