Disdagkop UM Bojonegoro Tanggapi Kelangkaan LPG 3 Kg

LPG langka
Menjelang Idul Fitri LPG 3 Kg di Bojonegoro Sulit Didapat dan Harga Melonjak.(istimewa) ‎

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) menanggapi kelangkaan LPG 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

‎Plt Kepala Disdagkop UM Bojonegoro, Ahmadi menjelaskan, keterlambatan distribusi LPG terjadi karena faktor cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut dari Pertamina tidak dapat sandar tepat waktu.

‎“Ada persoalan keterlambatan distribusi dari Pertamina karena cuaca buruk sehingga kapal tidak bisa sandar,” kata Ahmadi kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (17/3/2026).

‎Ia menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait kondisi tersebut. Berdasarkan informasi dari PIC Pertamina, pasokan LPG 3 kilogram sudah mulai kembali normal.

‎“Pada hari Minggu 15 Maret, SPBE sudah terisi. Kemudian pada hari Senin 16 Maret LPG sudah didistribusikan ke para agen dan diteruskan ke pangkalan,” jelasnya.

‎Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disdagkop UM Bojonegoro juga telah mengambil sejumlah langkah. Di antaranya mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi.

‎Selain itu, Disdagkop UM juga telah mengirim surat kepada Pertamina Patra Niaga untuk meminta penambahan kuota LPG sebanyak 3.879 metrik ton (MT).

‎“Disdagkop UM juga telah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait pada Senin 16 Maret 2026. Tim juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi riil dan memantau perkembangan yang terjadi,” tambahnya.

‎Dikonfirmasi terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, belum memberikan keterangan.

‎Meski begitu, Ahad Rahedi sebelumnya menyatakan ada tambahan pasokan LPG 3 kg untuk wilayah Bojonegoro mencapai sekitar 8 persen atau sekitar 90.487 tabung dari rata-rata penyaluran harian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

‎Selain itu ia pun mengimbau agar masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi LPG bersubsidi lebih tepat sasaran.(fin)

Pos terkait