SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Kadi (60) warga Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Bengawan Solo, Sabtu (09/03/2013.
Â
Jasad korban ditemukan salah seorang warga yang sedang memancing di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Saat ditemukan mayat korban sudah dalam keadaan membiru, dan bengkak-bengkak.
“Korban ditemukan tak jauh dari museum perahu kuno Desa Padang,”ungkap Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Subarata.
Dia diduga tewas bunuh diri, karena selama menjalin hubungan dengan istrinya bertahun-tahun tidak dikaruniai seorang anak. Menurut keterangan tetangga korban, korban sering bilang ingin mati karena tidak punya anak.
Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Trucuk, AKP Sukirman, membenarkan adanya korban yang tenggelam di sungai Bengawan Solo. Korban diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan melakukan aksi bunuh diri terjun ke Bengawan Solo.
“Setelah hilang selama tiga hari, akhirnya ditemukan mengambang di sungai,” katanya saat dikonfirmasi via telepon.
Sementara, Lasiran (46), tetangga korban, meyakini bahwa mayat itu adalah Kadi. Dia menduga menceburkan diri pada, Kamis(7/3/2013), lalu karena masalah keluarga. Sejak menikah dengan, Jumi (55), mereka tidak dianugrahi keturunan.
“Mbah Kadi mungkin frustasi karena tidak punya anak,” cetusnya.(had)