SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko | Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Apes menimpa Agus Suprianto (27), warga Kelurahan Ledok Kecamatan Kota Bojonegoro, yang dikenal sebagai tenaga kerja di PT. Tri Wahana Universal (TWU), pengelola kilang mini. Dia dibacok Supriyadi, yang mengidap sakit jiwa saat berniat menjalankan salat dzuhur di Masjid Jami’ Ar-Rahman, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (9/3/2013).
Akibat sabaten bendo (senjata tajam) Â itu korban menderita luka dibagian kepalanya. Untung nyawa korban bisa diselamatan setelah beberapa warga datang kelokasi kejadian dan membawanya ke PKU Kalitidu.
Informasi yang diperoleh di tempat kejadian, persitiwa  itu terjadi sekira pukul 12.00 WIB di dalam Masjid Jami’ Ar- Rahman. Saat itu, korban sedang bersama temannya hendak melakukan shalat dzuhur. Namun tiba-tiba dari belakang Agus dibacok Supriyadi, Warga Sumengko dengan sebilah bendo.
Melihat itu, teman korban kemudian berteriak dan warga langsung berhamburan ke masjid untuk memberikan pertolongan kepada korban untuk dilarikan ke rumah sakit PKU kalitidu. Dalam insiden itu tidak ada korban meninggal. Hanya luka jahitan dikepala.
Warga Desa sumengko, Atmo, mengatakan, sudah satu minggu ini Supriadi mengalami gangguan jiwa. Hanya saja dia mengaku tidak tahu penyebab pelaku mengalami gangguang jiwa hingga mengamuk di Masjid Jami’ Ar Rahman.
“Saya tidak tau sebabnya apa, Mas,” kata Atmo kepada suarabanyuurip.com.
Dari kabar yang dia terima, lanjut Amo, korban yang dibacok bernama Agus yang bekerja di TWU. “Kejadiannya sekitar jam 12.00 WIB. Saya tidak tau warga mana Agus tersebut,” jelasnya
Saat ini petugas Polsek Kalitidu dibantu warga masih berupaya membujuk Supriadi keluar dari dalam masjid. Warga maupun polisi tidak berani memaksa karena ditakutkan pelaku mengamuk lagi. (sam/roz)