SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Polisi menghentikan penyelidikan kasus tewasnya Khoirul Anam (8), di dalam lokasi proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, pada 25 Pebruari lalu. Sebab tewasnya  pelajar kelas 2 SDN Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu murni tenggelam.
Kapolsek Gayam, AKP Sudirman, menyatakan, sesuai hasil otopsi dan keterangan beberapa saksi menunjukkan korban meninggal akibat tenggelam, meskipun lokasi kejadian berada didalam proyek EPC- 1 Banyuurip.
“Keterangan saksi dari pihak Security setempat mengatakan sudah berulangkali diingatkan tapi masih saja bandel. Korban bersama kawan-kawanya masuk lokasi dengan sembunyi-sembunyi,†tegas mantan Kasatlantas Polres Bojonegoro ini.
Sudirman menjelaskan,  sesuai keterangan dua teman korban yaitu Aifur (8) dan Sodi Pratama (8), Sopir dari PT Tripatra Engineer & Cosntructors, pelaksana proyek EPC – 1 Banyuurip, Sali, dan security mengarah pada kesengajaan bermain di dalam lokasi proyek.
“Niatnya memang mencari belalang dan mandi di salah satu kubangan,†tegasnya.
Dengan demikian, lanjut Sudirman, penyelidikan kasus tersebut dihentikan karena tidak terdapat unsur kelalaian dari pihak kontraktor. Terlebih, sebelumnya telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar proyek alasan dilakukan pemagaran.
Terpisah,Communtiy Affair Manager PT Tripatra Budi Karyawan menegaskan pemagaran telah dilakukan seratus persen dan tidak ada lagi warga atau anak-anak yang bisa masuk seenaknya kecuali jika ada yang berniat merusak pagar atau pada tindak kriminalitas.
“Selain kami memagar semua lokasi proyek,intensitas sosialisasi kepada siswa SD sudah ditingkatkan dengan mengadakan study tour setiap akhir pekan,†tandas pria yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat ini. (rien)