Curanmor di Bojonegoro Marak

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Pencurian sepeda motor (Curanmor) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merajalela. Tercatat, sejak tanggal 10-14 Maret 2013, peristiwa curanmor sebanyak 8 kasus.

Curanmor pertama terjadi di Desa Ledok Kulon Kecamatan Kota dengan korban Endang Sri W. Dia kehilangan motornya Yamaha Vixion bernopol S 3588 CT. Kasus kedua di Desa Wotan, Kecamatan Sumberjo. Korbannya Supriyadi yang kehilangan dua motor sekaligus yaitu Suzuki Max nopol S 3765 DI dan Satria Fu bernopol S 5154 DY.

“Kasus ketiga di Desa Temayang dengan korban Mangku yang kehilangan dua motor, serta kasus ke empat di Kecamatan Dander,” ungkap Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Subarata. 

Sedangkan untuk kasus terakhir terjadi pada Rabu (13/3/2013) kemarin, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, yang dialami oleh Mat Ikhsan. Peristiwa itu terjadi pukul 17.30 Wib.  Korban meletakkan motornya Honda Vario berwarna pink bernopol S 2450 CG di teras rumah dan kemudian ditinggal ke rumah saudaranya.

Namun sekira pukul 18.30 WIB, anak korban, Alim, mengetahui motor tersebut sudah tidak ada ditempat. 

Baca Juga :   Disnakkan Bojonegoro Keluarkan SKKH Bagi Hewan Kurban Sehat

“Kondisi motor tidak terkunci setir dan selanjutnya korban melaporkan ke Polsek Trucuk,” imbuh mantan Kapolsek Gayam ini. 

Subarata menyatakan, rata-rata modus yang dilakukan para pencuri tersebut mencongkel jendela atau membobol pintu rumah pada pukul 03.00 Wib – 04.00 wib dini hari.  

“Saat ini pelaku dalam pengejaran petugas,” tegas Subarata sambil berpesan agar warga untuk mengaktifkan kembali Poskamling di daerahnya masing-masing. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *