Gubernur Soekarwo Akan Impor Bawang

[pedagang baqwang

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro  -  Mahalnya harga bawang putih di pasar kota Bojonegoro yang menembus angka Rp80.000 per Kg dikeluhkan oleh masyarakat terutama ibu rumah tangga, dan pemilik warung makan. Kenaikan ini mulai terasa sejak sepekan terakhir yang disebabkan berkurangnya pasokan barang dari petani.

“Mereka banyak yang gagal panen karena cuaca buruk,” kata salah satu pedagang sembako di Pasar Kota Bojonegoro, Yuli (30), Kamis (14/3/2013).

Sementara itu, Romlah (45), ibu rumah tangga asal Kelurahan Sukorejo, Bojonegoro  yang berbelanja di pasar setempat mengatakan, resah dengan kenaikan harga bawang tersebut. “Harganya naik sangat tinggi, masa sama dengan harga emas,” kata wanita bertubuh gemuk ini.

Harga bawang putih di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai ada peningkatan sejak dua pekan lalu. Sebelumnya perkilogramnya hanya Rp60 ribu, naik Rp20 ribu menjadi Rp80 ribu. Sedangkan untuk bawang merah, Rp35 ribu perkilogram,  kini menjadi Rp40 ribu.

Di Bojonegoro sendiri ada sekitar lima kecamatan di selatan  Bojonegoro yang merupakan daerah penghasil bawang merah. Diantaranya, Kecamatan Sekar, Kepohbaru, Sugihwaras, Gondang, dan Kecamatan Temayang.

Baca Juga :   Kantor PT SG Pindah di Tuban

“Saat ini para petani bawang di Bojonegoro baru menggulut lahannya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Bojonegoro, Bambang Suharno, saat dikonfirmasi secara terpisah.

Sedangkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, ketyika melantik Bupati Bojonegoro jkemarin menyatakan, akan melakukan impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita akan melakukan impor bawang putih dari China maupun India, untuk memenuhi kebutuhan rakyat Jawa Timur,” ujar Soekarwo yang lebih akrab dipanggil Pakdhe Karwo tersebut.

Impor bawang putih ini akan dilakukan hanya pada saat stok menipis seperti saat ini. Dia menilai, jika menurunnya stok bawang putih ini karena masuk musim penghujan, sehingga bawang banyak yang busuk.

Impor bawang putih ini akan distop, jika sudah masuk dua bulan sebelum panen dan dua bulan usai panen. Dia mengakui, saat ini Jawa Timur mendapat impor bawang, namun masih minim. Jika sudah waktunya maka impor bawang akan dihentikan semua. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Atap Kelas SDN Ngulanan Ambrol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *