Harga Bawang Sama dengan Daging

bawsang

SuaraBanyuurip.com -  Totok Martono

Lamongan – Para ibu rumah tangga di Lamongan, Jawa Timur dibuat kelimpungan dengan meroketnya harga-harga bumbu dapur. Bahkan harga bawang putih telah menembus Rp80 ribu perkilogram menyamai harga daging sapi.

Dari pantauan di beberapa pasar tradisional di Lamongan, harga bumbu dapur masih cukup tinggi. Kenaikannya bahkan mencapai 300 persen. Beberapa bumbu dapur yang harganya tidak terkendali yaitu cabe, bawang merah, dan bawang putih.

Harga cabe yang normalnya Rp12.000 perkilogram beberapa minggu ini mencapai Rp40.000 perkilogram.  Bawang merah harganya mencapai Rp48 ribu perkilogram dari harga normal Rp15 ribu perkilogram.

Yang paling fantastis adalah harga bawang putih. Jika harga normal hanya Rp15.000 perkilogram sekarang ini masih nangkring di atas Rp80 ribu perkilogram. Harga bawang putih tersebut menyamai harga daging sapi yang masih mencapai Rp80.000 perkilogram.

Tingginya harga-harga bumbu dapur tersebut membuat para bakul bumbu di Lamongan mengeluh omzet penjualanya turun drastis.

“Karena harganya mahal, pembeli hanya beli sedikit. Kalau biasanya beli satu kilo sekarang beli seprapat, “ kata Sulis pedagang bumbu di pasar kota Lamongan.  Padahal Sulis mengaku masih memiliki banyak stok jualan. Jika tidak cepat laku, Sulis kuatir bumbu jualannya akan membusuk yang menyebabkan dirinya rugi.

Baca Juga :   Sambut HUT Ke-76 RI, Realfood Bantu PP Polri Bojonegoro Cegah Covid-19

Keluhan yang sama disampaikan Sulastri, penjual bumbu dipasar Kruwul. Akibat tingginya harga bumbu dapur, pembelinya banyak berkurang.

“Saya kulaknya harganya tinggi jadi jualnya juga harga tinggi. Sepi sekali mas, “ tutur wanita berkerudung ini.

Lastri mengaku, tidak tahu apa yang menyebabkan harga bumbu mahal seperti emas.  Yang pasti dirinya mengharap  pemerintah segera mengatasi  agar harga bumbu kembali normal.

“Kalau harga tinggi terus para bakul bisa kukut mas. Juga kasihan ibu rumah tangga, pada pusing mengatur uang belanja,“ keluh Lastri.

Dikonfirmasi tentang tingginya harga bumbu dapur di Lamongan, Kabag Perekonomian Lamongan M. Fais Junaedi mengaku, terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.  Naiknya harga bumbu dapur utamanya bawang putih bukan hanya persoalan di Lamongan namun telah mencakup nasional.

Meroketnya harga bawang putih sendiri menurut Fais karena terbatasnya stok bawang putih secara nasional. Apalagi saat musim hujan stok produksi menurun karena banyaknya petani yang gagal panen.

Untuk mengatasi tingginya harga bawang putih dan bumbu dapur lainnya di Lamongan, Fais mengaku belum ada solusi.

Baca Juga :   Biaya Asuransi Bukan Termasuk Aturan UT Pusat

“Kami tidak bisa melakukan operasi pasar karena di Lamongan tidak memiliki stok bawang putih maupun bumbu dapur lainnya. Berbeda dengan beras yang setiap kabupaten punya stok di Bulog, “ terang Fais Junaedi. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *