SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojnegoro – Warga Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mensinyalir aliran dana bantuan dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), operator migas Blok Gundih, diembat Sunoko, kepala desa setempat. Karena selama ini warga tak pernah diajak koordinasi tentang peruntukan dana bantuan tersebut.
Koordinator Kelompok Mastarakat (Pokmas), Bambang Ekmantoyo, mengungkapkan, selama ini pemerintah desa (Pemdes) Gapluk memperoleh sejumlah bantuan dana dari Pertamina EP. Diantaranya dana koordinasi moving alat berat maupun tangki pengangkutan minyak, serta dana bantuan untuk kegiatan lainnya.
“Tapi sampai sekarang warga tidak pernah diajak musyawarah untuk apa saja dana bantuan itu,” tegas Bambang.
Hanya saja, dirinya mengaku, belum tahu berapa jumlah dana bantuan yang diterima Kepala Desa Gapluk, Sunoko dari Pertamina EP. “Makanya itu kami sekarang ini ingin tahu berapa dana yang sudah diberikan Pertamina EP dan digunakan untuk apa saja,” tandas dia.
Sekarang ini, warga, Kepala Desa, Sunoko dan perangkat desa tengah melakukan musyawarah di Balai Desa Gapluk untuk membahas persoalan tersebut.
Seerti diberitakan, sekira 20 warga Gapluk menghentikan 12 truk tanki milik Pertamina EP yang mengangkut minyak mentah dari sumur migas TBR yang akan dibawa ke wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di jalan poros kecamatan Purwosari – Tambakrejo, Minggu (17/3/2013). Penghentikan belasan truk tanki itu dikarenakan tidak ada kejelasan dana bantuan dari Pertamina EP untuk Desa Gapluk.
Informasi yang didadapat, aliran dana dari Pertamian EP sejumlah Rp20 juta hingga Rp30 juta. Dana itu diperuntukan untuk tiga desa di Kecamatan Purwosari yakni Desa Gapluk, Kuniran dan Purwosari. Dana tersebut diberikan kepada tiga desa sejak aktifitas sumur migas TBR-A, B dan C dimulai 2011 lalu. (sam)Â