SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Rencana penerapan kurikulum baru 2013 dikeluhkan sejumlah sekolah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selain jadwal penerapan yang mepet, sosialisasi kurikulum tersebut belum dipahami guru maupun masyarakat.
Padahal, rencananya dalam kurikulum pendidikan di Indonesia itu akan dirubah dengan cara memangkas sejumlah mata pelajaran. Kurikulum itu akan diterapkan pada pertengahan Juli mendatang.
Seperti yang dikatakan Kepala Sekolah SMA 3 Bojonegoro, Watik. Menurutnya, perubahan kurikulum itu membuat dirinya dan beberapa pengajar di sekolahnya bingung karena dalam kurikulum 2013 nanti akan dikurangi mata pelajarannya.
“Kalau dulu guru yang membuat RPP sendiri (rencana program pembelajaran) sendiri, tapi pada kurikulum nanti sudah ada paket dari Kemendikbud pusat,†keluh dia kepada suarabanyuurip.com, Selasa (19/3/2013).
Hal senada juga disampaikan salah satu pengajar di Sekolah Dasar (SD) Tuban, Amin Romli (22). Menurut dia, perubahan kurikulum itu menunjukan ketidak mampuan Kemendikbud memperbaiki Pendidikan di Indonesia.
“Perubahan itu tidak disertai dengan evaluasi kurikulum yang sudah pernah dilakukan dalam pendidikan sebelumnya,†serga Amin.
Dia mengungkapkan, perubahan kurikulum ini hanya sebagai pasang muka (Memperlihatkan) kalau Kemendikbud pusat berhasil dalam menangani dunia pendidikan. Karena itu, Amin berharap, kebijakan yang dilakukan Kemendikbud dengan perubahan kurikulum itu mampu memperbaiki dunia pendidikan di Indonesia kedepan.
â€Yang paling penting, setiap mau mengambil kebijakan baru, kurikulum yang lama harus di evaluasi,†harap pria yang juga sebagai Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro.(had)