SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus mengawasi kondisi harga bawang di pasaran agar tidak mengalami kenaikan harga lagi.
“Harga bawang putih, dan bawang merah sudah turun. Jangan sampai naik lagi,†ujar Kepala Disperindag Kabupaten Bojonegoro, Bambang Suharno, Kamis (21/03/2013).
Dijelaskan, stok bawang merah yang ada di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro dipasok dari daerah Bojonegoro sendiri, dan Kabupaten Nganjuk. Sedangkan bawang putih saat ini masih mengandalkan impor.
Untuk petani bawang merah ini berasal dari daerah sisi selatan Kabupaten Bojonegoro yang berada di perbukitan diantaranya Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, Sekar, Gondang, dan Kecamatan Temayang.
“Tetapi, hasil panen bawang merah agak menurun. Sebab, tanamannya diserang hama kaper,†ungkapnya.
Bambang menjelaskan, tanaman bawang merah yang diserang hama daunnya akan mengering. Lama kelamaan bawang merah juga membusuk dan akhirnya gagal untuk dipanen,akibatnya persediaan bawang merah dari petani lokal berkurang.
Sementara itu,selain diserang hama, beberapa lahan perkebunan bawang merah para petani banyak yang diterjang banjir bandang. Bahkan,petani bawang merah saat ini ada yang baru membuat gulutan untuk bibit bawang.
Harga bawang merah di tingkat petani saat ini berkisar Rp15.000 per kilogram. Sementara, harga bawang merah di tingkat pedagang sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sedangkan, harga bawang putih di Pasar Besar Bojonegoro saat ini berkisar Rp30.000 dari sebelumnya yang mencapai Rp70.000 per kilogram.
Terpisah,salah satu pedagang di pasar kota Bojonegoro, Yuli, menuturkan, penurunan harga bawang merah dan bawang putih ini sudah terjadi sejak kemarin. Sementara bahan kebutuhan pokok lain masih stabil.
“Alhamdulilahh, sudah turun jadi tidak mahal lagi,kasihan konsumen kalau harga bawang naik. Saya saja bingung kalau harganya tinggi begitu,” tandas wanita berwajah anggun tersebut. (rien)