SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Tumbuhan enceng gondok masih menjadi persoalan klasik di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Lamongan untuk mengurangi populasi tanaman pengganggu ini belum membuahkan hasil.
Di musim penghujan populasi tanaman yang mengapung di atas air sepanjang sungai, rawa-rawa, dan waduk semakin tak terkendali. Sepanjang aliran sungai sepanjang belasan kilometer di Lamongan dipadati tanaman yang subur ini. Bahkan, rawa-rawa hingga daerah tambak juga penuh sesak oleh tumbuhan tersebut.
Pantauan SuaraBanyuurip.com, aliran sungai di wilayah Kecamatan Deket, Glagah hingga Kecamatan Karangbinangun, banyak ditumbuhi tanaman yang akrab dengan air tersebut. Padahal biasanya sungai tersebut menjadi sarana transportasi warga dengan menggunakan perahu. Dengan banyaknya tanaman enceng gondong, jarang warga yang menggunakan perahu.
“Biasanya ngangkut pupuk atau pakan ikan menggunakan perahu mas, tapi sekarang gak bisa lagi karena sungainya penuh enceng gondok,“ kata Yudi petani didesa Karangbinangun, Jumat (22/3/2013).
Terpaksa Yudi menggunakan jalan darat mengangkut pupuk dan pakan ikan dengan motor yang dianggapnya kurang praktis.
Dikonfirmasi tentang banyaknya enceng gondok di wilayahnya, Kasi Pemberitaan Humas Pemkab Lamongan, Arif Bahtiyar, mengatakan, sementara itu pemberantasan enceng gondok diserahkan penuh kepada desa masing-masing yang dikoordinir oleh camat.
“Diharapkan dengan kerja bakti di setiap desa dapat membersihkan enceng gondok di sungai,“ kata Arif. (tok)