Warga Datinawong Jaga Tanggul

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan Warga Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur was-was dengan terjadinya banjir yang menerjang desa mereka akibat meluapnya Kali Patih.

Selama tiga malam ini warga melakukan penjagaan di sekitar sungai tersebut. Mereka terus mengikuti perkembangan ketinggian air, dan mewaspadai kondisi tanggul.

“Warga tidak mau kecolongan terjadinya banjir. Mereka bersama perangkat desa setiap malam berjaga-jaga di sekitar tanggul,“ kata Kades Datinawong,  Mundhakir, kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (12/2/2015).

Jika sewaktu-waktu terjadi tanggul jebol, maka warga akan bekerja bakti melakukan peninggian tanggul. Tujuannya agar banjir tidak menerjang pemukiman, dan lahan pertanian.

Hampir setiap tahun banjir menerjang Datinawong akibat tidak mampunya tanggul menahan luapan air dari Kali Patih. Sungai ini berada di dataran rendah menjadi saluran pembuangan air terakhir, dari beberapa desa di sebelah selatan Kecamatan Babat.

“Banjir selalu terjadi setiap tahun. Warga harus menanggung kerugian ratusan juta jika banjir datang,“ ujar Ketua BPD Datinawong, Mahmud Gozali.

Menurutnya, agar tidak terus terjadi banjir yang selalu mengorbankan warga, Pemkab Lamongan seharusnya membangun tanggul sepanjang 5 Km dengan beton sehingga tidak mudah jebol.

Baca Juga :   Pet Shop Mulai Dilirik di Tuban

“Tahun lalu dua kali Desa Datinawong diterjang banjir akibat jebolnya tanggul. Ekonomi warga benar-benar kolaps karena padi yang siap panen hancur diterjang banjir,“ keluh Mahfud. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *