SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Kelakuan mahasiswa satu ini benar-benar tak layak dicontoh. Setelah mengencani pacarnya pelajar SMP hingga hamil empat bulan, Andre Irawan (20), kabur karena menolak dimintai pertanggungjawaban.
Kasus ini akhirnya dilaporkan orangtua, Feni (15), bukan nama sebenarnya, asal Bojonegoro ke polisi. Kini jajaran Reskrim Polres Bojonegoro sedang melakukan pengejaran terhadap mahasiswa asal Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tersebut.Â
Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Subarata, membenarkan adanya laporan tersebut. Orangtua korban tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, sehingga kasus ini sekang dalam penanganan Polres Bojonegoro.
“Pelapor menceritakan ihwal kehamilan anaknya yang kini menginjak usia 4 bulan,” terang AKP Subarata, Senin (25/3/2013).
Diungkapkan, tragedi bermula awal tahun 2012 lalu, saat Feni diajak berkenalan melalui short message service (SMS) dari seorang laki-laki bernama Andre Irawan. Setelah itu lama-kelamanaan mereka berpacaran.
Pada hari minggu di bulan November 2012 pukul 12.00 Wib, Feni diajak bertemu di suatu tempat lalu keduanya berangkat ke Dander. Di Dander mereka bertamu ke rumah nenek Andre Irawan.
Dalam kondisi rumah yang kosong itulah, korban diajak masuk ke dalam kamar lalu dirayu untuk diajak berhubungan intim sebanyak satu kali. Setelah melakukan hal itu sang mahasiswa berjanji menikahi pacarnya. Akan tetapi sampai dinyatakan hamil Andre Irawan berkelit, bahkan tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan,” ungkap Subarata.
Subarata menyatakan, kasus persetubuhan memang sering ditangani oleh Polres, namun tidak banyak juga yang diselesaikan secara kekeluargaan. Banyak faktor yang mengakibatkan remaja hamil di luar nilah, salah satunya kebebasan menggunakan kecanggihan tekhnologi seperti internet.
“Mereka bisa bebas membuka video porno, dan itu penyebab terbesar terjadinya seks bebas,” tandasnya. (rien)