SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar lapangan migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu, mengeluhkan semakin parahnya kerusakan jalan utama ditempat tersebut. Namun Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, mengaku, telah melakukan pemeliharan berkala. Kerusakan jalan itu rencananya akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro bersama perusahaan yang melakukan kegiatan di Lapangan Banyuurip.   Â
Kerusakan jalan sepanjang sekira empat kilo meter itu terjadi mulai Desa Katur hingga Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jalan berstatus Pekerjaan Umum Kabupaten (PUK) tersebut mulai berlubang dan retak. Sehingga sangat membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara motor.
Warga RT/RW 5/3 Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Mustam, mengatakan, kerusakan itu terjadi sudah sekitar setahun lebih sejak meningkatnya aktifitas proyek minyak Banyuurip. Banyak kendaraan yang keluar masuk melalui jalan utama ini sehingga membuat kerusakan semakin parah. Namun sampai sekarang jalan tersebut terkesan dibiarkan rusak, tidak diperbaiki.
â€Kalau kondisi tidak hujan tidak seberapa bahaya, Mas. Tapi, jika sehabis hujan sangat rawan kecelakaan. Sebab lubang jalan tergenangi air, sehingga tidak kelihatan,” kata Mustam ditemui disekitar proyek Blok Cepu, Jumat (29/3/2013).
Apalagi, lanjut Mustam, disepanjang akses menuju lokasi proyek Blok Cepu itu minim sekali lampu penerangan jalan. Sehingga, pada malam hari sering terjadi kecelakaan bagi pengguna jalan yang sedang melintasnya.
“Satu bulan lalu ada warga Begadon yang kecelakaan di jalan Katur hingga parah. Giginya sampai rontok,” ungkap Mustam tanpa menyebut identitas korban kecelakaan tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengaku, selama ini Mobil Cepu Ltd (MCL) sudah melakukan pemeliharaan jalan secara berkala mulai Katur hingga perempatan Pasar Desa Gayam dan sedang dilakukan survey. Penggunaan jalan untuk operasional MCL sekarang ini sudah jauh berkurang.
“Perlu dipahami bahwa saat ini banyak pihak selain MCL yang juga menggunakan jalan antara Sumengko dan Gayam untuk operasional sehari-hari sehingga pemeliharaan jalan sebaiknya juga di lakukan oleh pihak terkait,” kata Rexy Mawardijaya melalui pesan pendek Jum’at (29/3/2013).
Pada bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro, Andi Tjandra, mengatakan, sedang melakukan persiapan penanganan bersama perusahaan-perusahaan terkait untuk memperbaiki jalan tersebut.(sam)