SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Puluhan nelayan di Dusun Binangun, Desa Bulumeduro, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari Rabu (6/9/2017) berduyun-duyun menaiki perahu untuk mengantarkan sesaji ke tengah laut. Ritual larung saji ini sebagai ungkapan syukur atas rejeki melimpah selama ini.
“Acara ini lebih dikenal sedekah laut,” ujar nelayan setempat, Muhammad Rudi, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di lokasi.
Sesaji yang dimaksud berupa sebuah kendi (tempat minum dari tanah liat), jajanan pasar, kembang beraneka rupa, dupa, sabut kelapa, dan satu ayam panggang utuh.
Bahan-bahan tersebut ditaruh di atas sebuah perahu kecil berwarna-warni. Setelah semuanya siap, sesepuh desa langsung mendoakan sesaji itu.
Tak butuh waktu lama, empat orang terpilih langsung mengangkat perahu berisi sesaji di bawa ke kapal yang lebih besar. Warga setempat mulai ibu-ibu hingga anak-anak langsung mengikutinya dari belakang.
Satu persatu mesin perahu nelayan Binangun menderu. Dipimpin perahu utama, semua perahu langsung bertolak ke arah Timur berkumpul. Pasca semuanya siap, langsung pawai menuju perairan perbatasan Jatim dan Jateng.
“Kurang lebih menempuh waktu 1-1,5 jam,” imbuhnya.
Segendang seirama disampaikan nelayan lain, Masykuri. Sedekah laut tahunan ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui cara inilah kami hormat dan merendahkan diri di hadapan penguasa Laut Jawa.
“Tak ada maksud lain hanya bersyukur,” terangnya.
Pasca larung sesaji rampung, semua warga berbagai usia langsung menggelar doa bersama dilanjut makan-makan. Untuk menambah cinta akan kemegahan laut, nelayan dihibur oleh musik dangdut, dan kesenian tradisional ketoprak.(Aim)