SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hiruk pikuk proyek migas Banyuurip tak membuat warga warga ring 1 Blok Cepu, Â meninggalkan kesenian tradisional. Buktinya, Group Campur Sari Indra Laras asal Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu terus mengasah kemampuan dan kekompakan diantara personilnya.
“Latihan ini terus saya lakukan, Mas. Agar, kinerja penabuh bisa serempak dan tidak mudah kehilangan not lagu dan kuncinya disaat ditonton orang,” ungkap pemimpin Campur Sari “Indra Laras”, Indra Wahyu, disela-sela latihan, Jumat (29/3/2013).
Agenda latihan ini, lanjut pemuda Begadon yang mahir nabuh Kendang itu, tidak setiap hari dilakukannya. Namun, hanya pada hari-hari libur saja.Agar tidak menganggu personil yang masih sekolah. “Setiap tanggal merah atau hari minggu saja dilakukan latihan,” kata Indra menerangkan.
Pria yang masih duduk dibangku kelas 10 Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK) Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, itu menambahkan, meski disekilingnya ada proyek migas Banyuurip, Blok Cepu, namun tak menjadi pengaruh untuk menguri-uri kesinian jawa agar tidak punah ditelan perkembangan jaman.
“Peninggalan nenek moyang ini akan tetap saya perjuangkan dan lestarikan, Mas. Agar tidak punah begitu saja,†tegas pemuda berusia 16 tahun ini.
Group Indra Laras beranggotakan sebanyak 10 orang. Semuanya adalah warga lokal sekitar Blok Cepu,
“Campur Sari Indra Laras ini merupakan bagian dari karawitan Madu Laras. Karena, jika ada pemintasan Madu Laras bisa di ikutkan untuk sebagai peningkatan perkembangan jaman,” sambung Pemimpin Kerawitan Madu Laras, Kastur Hadi Prabowo saat mendapingi sesi latihan tersebut.(sam)