Jalur Akses Banyuurip Tuban Rusak Parah

senori

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Akses jalan yang menghubungkan Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan sejumlah desa lain di kecamatan yang sama mengalami kerusakan parah. Kondisi ini sudah terjadi sejak delapan bulan terakhir, namun belum juga diperbaiki.

Pantauan di lokasi menyebut, aspal jalan di tempat tersebut terlihat mengelupas tak kurang dari 6 kilometer. Kerusakan lain pada banyaknya batu kerikil, dan lubang di tengah jalan yang menjadi tempat genangan air hujan. Kerusakan terjadi meliputi Desa Leran, Desa Njangur, Desa Kaligede, dan Desa Banyuurip kesemuanya berada di Kecamatan Senori.

Rusaknya salah satu jalur utama dikecamatan tersebut membuat aktifitas warga terganggu. Pasalnya, perjalanan yang harus mereka tempuh memakan waktu lebih lama.

Pengakuan warga, sebelum jalan tersebut rusak untuk sampai di Desa Banyuurip hanya membutuhkan waktu 10 menit saja. Setelah jalan rusak waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 2 atau 3 kali lipat dari waktu semula.

“Waktu tempuh lebih lama karena memang harus berhati-hati banyak jalan yang rusak,” terang Istisar (28), salah satu pemuda yang ditemui di lokasi, Selasa (2/4/2013).

Baca Juga :   Dua Perusahaan di Bojonegoro Terapkan UUP

Kerusakan jalan ini menurut sejumlah arga setempat, sudah terjadi sejak delapan bulan lalu. Diduga penyebabnya adalah banyaknya truk yang mengangkut pasir hasil tambang dari kawasan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Tak jarang truk tersebut mengangkut beban melebihi kekuatan jalan di kawasan setempat. Penyebab lain, diduga drainase atau saluran air di tempat tersebut kurang berfungsi maksimal.

Ironisnya hingga berita ini ditulis warga belum melihat adanya perbaikan serius dari Pemkab Tuban. Perbaikan hanya dilakukan dengan melakukan pengurukan menggunakan tanah pedel saja. Padahal jalanan tersebut selama ini juga menjadi lintasan alternatif pengendara beberapa kecamatan yang ada disana untuk bisa sampai ke Bojonegoro.

“Padahal semua warga sekitar sini kalau mau ke Cepu, atau ke Bojonegoro harus lewat jalan sini,” tambah Zainuddin (26), warga Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Tuban.

Warga berharap, Pemkab Tuban mau memperhatikan nasib jalan yang menjadi penghubung dengan Kabupaten Bojonegoro ini. “Masa karena perbatasan, nasib jalan di tempat ini tidak diperhatikan?” tambah Zainuddin. (edp)

Baca Juga :   Motor Hantam Ambulan di Jalan Raya Babat - Surabaya

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *