SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Sejumlah pimpinan Parpol peserta Pemilu di Kabupaen Bojonegoro, Jawa Timur saat ini mengalami kesulitan merekrut orang untuk dijadikan Calon Anggota Legislatif (Caleg) baik untuk DPRD kabupaten, provinsi, maupun DPR RI.
Kendati begitu, untuk masa pencalonan anggota legislatif saat ini berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Hal ini karena jumlah partai sedikit, begitu juga pencarian calon anggota legislatif yang sulit. Terlebih keterlibatan calon perempuan yang harus diikutkan sebanyak 30 persen.
Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Partai Amanat Nasional (PAN), Zaenuri, mengatakan, jika seseorang ingin maju menjadi anggota DPRD maupun di DPR pusat, dan ingin terpilih maka biaya yang harus ditanggung tidak sedikit.
“Saat periode lalu untuk menjadi calon legislatif menghabiskan biaya sekitar Rp750 juta,†jelasnya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (3/4/2013).
Bahkan, untuk bekal uang saja tidak cukup karena harus melakukan sosialisasi agar dikenal oleh masyarakat luas. Sedangkan untuk biaya di lapangan harus tepat sasaran.
“Jika tidak mampu melakukan hal tersebut, sebaiknya diurungkan saja niatnya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif,†tandasnya.
Sementara Ketua PKPI Cabang Bojonegoro, Syamsul Huda, mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan untuk mencari para calon anggota DPRD meski iklan di berbagai media massa telah dilakukan.
“Sulitnya para petinggi partai untuk mencari para calon anggota legislatif terlihat dari banyaknya partai yang memasang iklan di media, baik cetak maupun elektronik,†tukasnya. (rien)