SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Terpilihnya Kepala Satuan Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, menjabat sebagai dewan komisaris baru Bank Mandiri tidak berpengaruh terhadap kinerja SKK Migas untuk kedepannya. Dia terpilih di dalam jajaran direksi, dan Komisaris Utama Bank Mandiri bersama sejumlah nama lain pasca Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada Selasa (2/4/2013) kemarin.
“Iya beliau kemarin mendapat kehormatan dengan ditunjuk menjadi Komisaris baru
di Bank Mandiri, namun sepertinya jabatan itu sama sekali tidak mempengaruhi kinerja dalam memimpin SKK Migas,” ujar Sekretaris SKK Migas, Gde Pradyana, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (3/4/2013).
Bahkan, menurut Gde, dengan jabatan tersebut merupakan sebuah bentuk kepercayaan terhadap instansi SKK Migas. Selain itu, lanjut mantan Kepala Divisi Secutity, Humas, dan Formalitas BP-Migas ini, akan menambah jaringan dengan instansi lain. Termasuk di perbankkan.
“Dengan begitu akan lebih dekat,” ucap dia.
Dia optimis SKK Migas dapat terus bekerja maksimal. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan energi minyak bumi sesuai target pemerintah meski saat ini angka produksi masih belum beranjak.
“Berulang kali kita sampaikan saat ini produksi nasional masih dikisaran 830 ribu barel per hari (bph),” kata dia.(roz)