SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, kini tak lagi mengharapkan pemberian Participating Interest/PI atau Penyertaan Modal di Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) oleh Pertamina EP Cepu (PEPC).
Hal itu setelah Bagian Perekonomian Kabupaten Bojonegoro, berkunjung di Jakarta beberapa waktu lalu. Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Pemkab Bojonegoro terkait pemberian PI di J-TB.
“Kami sudah menanyakan tapi pihak Kementerian ESDM tidak memberikan jawaban,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Rahmat Djunaidi, kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut membuat Pemkab Bojonegoro memutuskan untuk tidak lagi menanyakan aturan atau mekanisme pemberian PI di J-TB. Terlebih, Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesha Askari, menyatakan jika Lapangan J-TB tidak ekonomis untuk dikelola.
“PT ADS sudah menegaskan kalau tidak ekonomis, ya sudah. Jadi, buat apa dilanjutkan,” tukasnya.
Menurut pria ramah ini, tidak adanya jawaban dari Kementerian ESDM dianggap sebuah jawaban dari pertanyaan Pemkab serta DPRD yang mengharapkan adanya PI di J-TB setelah Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu mundur.
“Tidak ada jawaban itulah jawabannya, ditanya diam saja tidak menjawab. Ya sudah, brarti memang tidak usah diharapkan PI di J-TB,” pungkasnya.(rien)Â





