SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur akan memaksimalkan sektor migas untuk meningkatkan keuangan daerah. Sehingga dapat memberdayakan masyarakat secara lebih berkelanjutan diberbagai sektor.
Menurut Bupati Bojonegoro, Suyoto, dengan adanya industrialisasi migas di Bojonegoro ini akan membuka peluang dalam meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Dengan begitu akan memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan pemberdayakan masyarakat mulai bidang produksi pertanian, non pertanian, pendidikan maupun pemerintahan.
“Itu bisa kita lakukan, ibarat tubuh kalau ada darah. Darahnya itu adalah uang,” kata Suyoto kepada suarabanyuurip.com usai dialog publik Jum’at (5/4/2013).
Ketua DPW PAN Jatim ini mengungkapkan, untuk mendorong masyarakat agar lebih terlibat dalam industrialisasi migas itulah akhirnya Pemkab Bojonegoro mengembangkan kecamatan baru yakni Kecamatan Gayam. Tujuannya agar pelayanan administrasi, penataan tata ruang, pemberdayaan hingga pengayoman masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
“Karena kalau tidak fokus, kawasan ring yang bersinggungan langsung dengan eksplorasi dan eksploitasi migas tidak ada yang menghandle secara partsipatif,” papar Suyoto.
Karena itu, lanjut dia, industrialisasi migas di Bojonegoro harus mampu membawa dampak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Caranya adalah bagaiamana masyarakat bisa mendapat akses pekerjaan dan penataan ruang dilakukan sebaik-baiknya sehingga industrialisasi migas bisa memperkuat penciptaan ruang, kenyamanan, keamanan dan lingkungan yang sehat baik kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
“Tandanya industrialisasi migas berjalan sukses adalah ketika kesejahteraan masyarakat meningkat. Karena itulah saya terus berjuang mati-matian agar semua industri tetap disini agar efek ekonomi berada di Bojonegoro,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini mengaku, telah banyak menerima tawaran dari investor yang ingin melakukan kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, sebagai syarat utamanya adalah semua kegiatan yang dikerja samakan harus berpusat di Bojonegoro. (rien) Â Â Â Â