IKPT Kebut Perbaikan Jembatan Jampet-Jelu

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Ditutupnya jembatan yang menghubungkan Desa Jampet-Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur karena adanya moving pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu yang hingga kini masih berlangsung, membuat beberapa pengguna jalan berkeluh kesah.

Humas kontraktor Engineering, Procurement and Cosntructions (EPC) 2,  Banuurip, Blok Cepu, PT Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT), Sunarto, mengatakan, kekuatan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut tidak memungkinkan dilewati kendaraan berat.

“Kendaraan tersebut memiliki beban seberat 60 ton, kalau masih menggunakan jembatan yang lama jelas tidak mungkin. Sehingga kami membongkar dan menambah rangkaian besi dan memperkuat pondasi jembatan tersebut,” tegas Sunarto kepada SuaraBanyuurip.com, senin (8/04/2013).

Dia jelaskan, jembatan yang baru ini dikhususkan untuk moving kendaraan berat sebagai kebutuhan proyek Negara. Karena waktu yang dibutuhkan mendesak pihaknya mengebut perbaikan jembatan dengan memakan waktu selama 3 hari saja, mulai 7-9 April 2013.

“Insya Allah nanti sore sudah berjalan 90 persen,” tukasnya.

Meskipun perbaikan jembatan hanya 3 hari, akan tetapi PT IKPT menjamin mutu, dan kualitas dari jembatan tersebut karena dikerjakan oleh KODAM V/Brawijaya yang diserahkan kepada Sipur V/Brawijaya.

Baca Juga :   Perpanjangan Sewa Lahan EPF Banyuurip Sedang Dibahas

“Mereka ahli dalam pembuatan jembatan khusus seperti ini,” imbuhnya.

Sunarto juga menyatakan, semua kegiatan yang dilakukan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, dan pihak Kepolisian, karena waktu yang mendesak pihaknya tidak ingin ada gangguan dari luar.

“Kami mohon jangan sampai ada hal-hal yang bisa menghambat perbaikan jembatan, meskipun mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kami mohon maaf kepada masyarakat, tapi bagaimanapun juga ini proyek Nasional,” sergahnya.

Terpisah Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Oscar Syamsudin, saat dikonfirmasi terkait pengalihan arus lalu lintas hingga kini belum mengetahui hal tersebut.

“Untuk pengalihan belum ada koordinasi sama sekali, dan belum cek situasinya jadi saya belum bisa memberikan tanggapan apa-apa,” jawabnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *