SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro- Dialihkannya jalur yang menghubungkan antara Kecamatan Kalitidu ke Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur karena ditutupnya jembatan yang menghubungkan Desa Jampet-Jelu, berdampak pada kerusakan jalan di Desa Jelu. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan baik roda dua, maupun roda empat yang melintas kawasan tersebut.
Siti Fatimah, warga Desa Jelu mengatakan, pengalihan jalur sementara itu membuat arus lalu lintas Kalitidu-Ngasem terkesan lumpuh. Karena, jalur untuk pengendara roda dua dilewatkan jalan Desa Jelu-Jampet. Sehingga, membuat kondisi jalan desa Jelu menjadi rusak, dan perlu berhati-hati jika sedang melewatinya.
“Meski hanya sebentar dua sampai tiga hari, kalau bicara merasa dirugikan itu jelas dirugikan. Karena, biasanya jalannya enak sekarang menjadi licin, dan becek. Sebab, jalan Jelu jadi rusak. Akibat banyaknya pengendara yang melewatinya,†kata Siti Fatimah, Senin (8/4/2013).
Kondisi tersebut diperparah dengan curah hujan yang masih turun di wilayah desa setempat. Jalanan dekat sawah sehingga sangat licin, dan becek, harus berhati-hati jika sedang melewatinya.
Senada disampaikan, Agus Supriyanto, dialihkannya jalur roda empat ke arah Ngasem-Dander, Kalitidu-Purwosari-Ngambon, maupun Kalitidu-Jetak-Dander membuat perjalanan yang ditempuh menjadi panjang. Sehingga, membuat jarak tempuh menjadi lama. Lain itu, juga membuat biaya transportasi perjalanan menjadi bertambah. Semisal, biasanya Ngasem-Kalitidu hanya sekira setengah jam karena jaraknya hanya kurang lebih 15 kilo meter menjadi lebih karena harus memutar lewat Dander atau sebaliknya.
“Kalau merasa rugi itu pasti, Mas. Karena transpot, dan waktu sampai tujuan bertambah. Tapi, mau bagaimana lagi kenyataannya seperti itu. Ya lebih baik kita mengalah saja sebagai rakyat,” ungkap driver truk engkel memuat matrial dari Kalitidu ditemui di depan Kantor Camat Ngasem yang mengaku warga asal Kecamatan Sekar, Bojonegoro tersebut. (sam)Â