SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Tuban, Jawa Timur saat ini menggenangi ratusan hektar area persawahan. Akibatnya tanaman padi yang ada dikawasan tersebut terancam rusak dan membusuk, Senin (8/4/2013).
Kondisi ini terjadi disejumlah Desa yang ada di Kecamatan Merakurak. Tepatnya berada di Desa Kapu, Desa Sendanghaji, Desa Bogorejo, Desa Tegalrejo, Desa Mandirejo dan Desa Tahulu. Dikawasan ini, diperkirakan tak kurang dari 400 hektar tanaman padi yang baru berusia 15 hingga 25 hari. Terendam air bercampur lumpur.
“Padinya baru berusia segitu. Kalau dalam 3 hari tidak surut bisa dipastikan banyak yang mati membusuk,” terang Kepala Desa (Kades) Sendanghaji, Sodikin, saat dilokasi kejadian.
Melihat keadaan ini, petani hanya mengaku hanya bisa pasrah. Kalau memang padi mereka membusuk. Mereka hanya bisa menanaminya lagi, meski dengan cara menghutang untuk membeli bibit kembali.
“Alamat hutang mas, kalau tidak segera surut,” jawab salah satu petani.
Selain ratusan areal padi yang terendam. Air juga merendam salah satu jalan poros desa yang menghubungkan Desa Kapu dengan Desa Tegalrejo. Ditempat ini ketinggian air mencapai ketinggian diatas lutut orang dewasa.
Akibat kondisi ini, praktis jalan desa tersebut terputus. Bahkan beberapa pengendara terpaksa balik dan memilih jalan memutar untuk sampai ketempat tujuan. Tentunya ini membuat jarak tempuh mereka untuk sampai ketempat tujuan jadi lebih jauh.
“Mending balik mas, daripada nanti mogok ditengah jalan,” jelas seorang pemuda bernama Suwarno.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah desa yang ada di Tuban. Diantaranya terjadi di Kecamatan Kota, Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Montong. Akibat banjir ini, Dasiman, seorang warga Desa Manjung, Kecamatan Montong, juga diketahui tewas karena terseret banjir bandang. (edp)