SuaraBanyuurip.com -Â Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Nilai sewa rumah kontrakan di desa sekitaran lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu terbilang fantastis. Pertahunnya mencapai sekira Rp20 juta. Meski begitu, pemilik rumah di wilayah tersebut mengaku tidak sedikit yang berminat untuk membangun atau mengkontrakan rumah mereka.
Salah satu warga sekitar, Â Mamad, mengaku, rumah kontrakanya sempat ditawar diatas harga pada umumnya. Yakni mencapai Rp.20 juta per tahun.
“Belum lama ini ada yang menawar dengan jumlah segitu,” kata dia.
Mamad mengaku rumahnya ditawar oleh salah satu kontraktor proyek Banyuurip. “Ngakunya dari PT. Hutama-Karya (HK) yang akan digunakan untuk mess,” imbuh pria berambut pendek itu.
Rumah Mamad berada ditimur pingggir jalan pasar Desa Gayam. Tepatnya di Dusun Ngaglik, Desa Katur, Â Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bersebelahan dengan Desa Gayam.
Rumahnya terbilang sederhana, hanya kombinasi tembok dan kayu. Rumah itu berukuran sekitar 6×16 meter. Namun disampingnya terdapat halaman yang cukup luas.
“Kalau untuk satu sampai tiga mobil cukup,” ungkap Mamad menambahkan.
Menurut sepengetahuan Mamad, harga sewa tersebut terbilang besar dari rumah kontrakan yang ada ditempat lain. Kemudian dia membandingkan, di Bojonegoro Kota, harga sewa kontrakan pertahunnya hanya antara Rp5 juta sampai Rp11 juta.
“Nanti kalau saya kontrakan, terus tinggal dimana?apalagi saya belum punya kerjaan yang menetap.Sesekali waktu saya pergi keluar kota,” pungkas Mamad. (roz).